All things are One. There is no polarity, no right or wrong, no disharmony, but only identity.
All is One, and that one is love/light, light/love, The One Infinite Creator...
~Ra, humble messenger of the Law of One~
All is One, and that one is love/light, light/love, The One Infinite Creator...
~Ra, humble messenger of the Law of One~
Thursday, September 10, 2009
Kita sebenarnya sepanjang waktu melakukan perjalanan ke hyperspace
Para ilmuan selalu bertanya-tanya, bagaimana caranya kita dapat benar-benar pergi ke ruang kuantum hampa titik nol dari hyperspace 5-dimensi, mengingat kita hidup di ruang 3-Dimensi dengan jasad fisikal.
Merupakan sebuah ketidakmungkinan untuk membawa tubuh fisik 3-Dimensi kita ke hyperspace, karena tentu saja kita tidak akan mampu benar-benar “berada” disana tanpa kehadiran 2 dimensi tambahan, segala sesuatu yang 3-Dimensi di hyperspace akan menjadi sesuatu yang “maya” atau “virtual” persis seperti hologram di semesta 3-Dimensi kita.
Namun, pikiran kita melakukan perjalanan tanpa sepengetahuan alam sadar kita dengan menggunakan gelombang kuantum yang secara mudah dapat berinteraksi, bermanuver dan beroperasi di hyperspace. Kita mengulurkan jangkauan pikiran dan kehadiran kita di hyperspace sepanjang waktu untuk berinteraksi dengan bagian dari eksistensi kita sendiri di semesta paralel.
Perjalanan ke semesta paralel yang lain harus dilakukan melalui hyperspace, dan pikiran kita dirancang untuk secara alami dapat beroperasi di hyperspace dengan baik. Sebagai contoh, kita tidak dapat melihat pikiran kita berkomunikasi melalui telepati misalnya dengan orang lain di semesta 3-Dimensi. Itu karena gelombang kuantum yang dihasilkan oleh pikiran kita sama sekali maya di semesta fisikal, namun tidak demikian halnya di hyperspace kuantum vakum 5-Dimensi, pikiran dan segala yang dipikirkan secara alamiah dapat dipersepsikan oleh orang lain, seperti halnya kita dapat mempersepsikan komunikasi verbal antar manusia dengan menangkap gelombang bunyi yang dihasilkannya melalui udara di semesta fisikal 3-Dimensi.
Perjalanan ke hyperspace dapat dilakukan dengan mudah jika kita dapat membawa pikiran kita untuk meninggalkan tubuh fisikalnya. Bagi yang percaya dan mempraktekkan meditasi mendalam meyakini bahwa itulah yang akan kita peroleh jika kita mampu melakukan meditasi yang dalam. Pikiran kita sebenarnya mampu menjelajahi hyperspace dengan atau tanpa kita sadari. Bahkan perjalanan ke hyperspace tanpa kita sadari sebenarnya terjadi sepanjang waktu.
Hal itu terjadi karena pada kenyataannya bagian dari pikiran kita yang merupakan alam bawah sadar, secara terus menerus melakukan interaksi dan komunikasi dengan hyperspace dan bahkan lebih dari itu. Namun keajaiban yang sejati terjadi ketika diri kita “sadar” akan perjalanan yang dilakukan sang pikiran di hyperspace. Itu akan berarti bahwa kita secara sadar akan menjelajahi hyperspace bahkan lebih jauh lagi menjelajahi kosmos yang tidak terbatas.
Menurut para ilmuan tersebut, kita benar-benar dapat melakukan perjalanan ke hyperspace jika kita dapat melepaskan pikiran kita dari tubuh fisikal. Dengan begitu kita dapat dengan mudah membiarkan pikiran kita berjalan-jalan ke hyperspace dengan leluasa. Karena tubuh fisikal kita tidak akan menjadi nyata di lingkungan 5-Dimensi dengan hanya memiliki 3-Dimensi.
Banyak peradaban maju disemesta lain yang telah menguasai teknik untuk memisahkan pikiran dan tubuhnya. Tubuh mereka dapat tetap eksis di semesta fisikal, namun pikiran mereka menjelajahi hyperspace.
Begitu manusia menguasai teknik yang serupa maka perjalanan ke hyperspace akan menjadi mungkin dan bahkan akan menjadi hal yang umum dan pastinya akan merupakan pengalaman yang sangat layak untuk dijelajahi.
Read more...
Friday, August 28, 2009
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1430 H
Semoga kita semua mampu menjadikan puasa ini sebagai awal transformasi menjadi "the golden version of ourselves" sebagaimana dalam legenda besi dapat dirubah menjadi emas, setiap diri sesungguhnya mempunyai potensi untuk menjadi sebaik-baiknya insan...
Read more...
Tuesday, June 9, 2009
Anatomi dari Zero-Point-Energy-Modul – Keajaiban Hyperspace
Jika sejumlah energi titik nol (ZPE;Zero-Point-Energy) dengan volume seukuran sebuah cangkir kopi dapat kita olah dan manfaatkan maka itu sudah lebih dari cukup untuk mendidihkan seluruh lautan yang ada di muka bumi. Lantas, apa sih sebenarnya ZPE tersebut?
ZPE secara mudahnya adalah apa yang tersisa dari sebuah volume ruang setelah seluruh unsur materi dan radiasi yang terdapat di volume ruang tersebut bisa kita buang dan pisahkan. ZPE itu elektromagnetik, intens dan tentu saja tak dapat dimusnahkan.
Istilah energi titik nol berasal dari konsepsi bahwa jika sesuatu object temperaturnya didinginkan hingga mencapai titik nol absolut (0ºK atau setara -273ºC), energi ini akan tetap bertahan. Karena energi ini eksis didalam ruang hampa, ZPE bersifat homogen, dengan intensitas yang sama dikesemua arah serta ada ada dimana-mana memenuhi seluruh hyperspace.
Dengan diperkenalkannya ZPE ke dalam teori elektron klasik, maka ruang hampa pada temperatur titik nol absolut tidak dapat lagi dianggap kosong dari medan elektromagnetik apapun juga. Bahkan sebaliknya, ruang hampa pada temperatur nol absolut kini dianggap penuh dengan berbagai medan energi yang berfluktuasi acak pada ZPE spektrum.
Diperkirakan bahwa salah satu manifestasi luar biasa dari ZPE adalah adanya fluktuasi intens acak dalam tingkat energi dari elektron. Elektron-elektron secara terus menerus berubah keberadaannya, dari energi berubah menjadi materi dan kemudian kembali berubah lagi menjadi energi, begitu seterusnya seperti yang Einstein pernah ungkapkan pada dunia.
Karakteristik istimewa dari ZPE adalah bahwa modul energi titik nol ini secara potensial mempunyai densitas energi yang tidak terbatas dan juga bahwa ZPE ini tersedia dimana-mana memenuhi seluruh ruang keberadaan (bahkan eksis di luar angkasa) dan ini membuat ZPE ini sangat diminati sebagai sumber energi.
Seorang fisikawan Soviet, Andre Sakharov berargumentasi bahwa kita harus menyadari bahwa semua materi dan manifestasi kebendaan sesungguhnya mengambang didalam lautan energi. Fisika modern mengatakan kepada kita bahwa jarak antara bintang-bintang ataupun antar benda langit dan jarak antara partikel elementer pembentuk materi sebenarnya penuh diisi oleh sejumlah luar biasa besar energi yang secara konstan berfluktuasi.
Ketika ZPE termodularisasi dalam alam-ketersambungan atau secara konseptual tersegmentasi dalam rangkaian kesatuan, kita mendapatkan apa yang disebut ZPEM (ZPE module) melayang dan mengapung dalam lautan energi dengan mode kesadaran yang abstrak.
ZPEM ini adalah dasar penyusun dari sang hidup, dan merupakan bagian dari kesatuan keseluruhan eksistensi hyperspace yang dipenuhi oleh ZPE. Setiap ZPEM berkontribusi untuk keseluruhan dengan menaikkan tingkat energinya melalui proses daur-ulang berkali kali di semesta fisikal yang terdapat dalam hyperspace.
ZPEM tidak dapat mempertahankan eksistensinya di semesta diam Dingin Besar terkecuali jika telah mencapai tingkat energi yang sangat tinggi. Begitu ZPEM mencapai tingkat energi yang membuatnya mampu bertahan untuk tetap eksis di semesta diam, artinya tingkat energi ZPEM tersebut sudah cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi bagian dari semesta diam Dingin Besar maka ZPEM tersebut akan berhenti ber-daur ulang di semesta fisikal.
Next : Kita sebenarnya sepanjang waktu melakukan perjalanan ke hyperspace
Read more...
ZPE secara mudahnya adalah apa yang tersisa dari sebuah volume ruang setelah seluruh unsur materi dan radiasi yang terdapat di volume ruang tersebut bisa kita buang dan pisahkan. ZPE itu elektromagnetik, intens dan tentu saja tak dapat dimusnahkan.
Istilah energi titik nol berasal dari konsepsi bahwa jika sesuatu object temperaturnya didinginkan hingga mencapai titik nol absolut (0ºK atau setara -273ºC), energi ini akan tetap bertahan. Karena energi ini eksis didalam ruang hampa, ZPE bersifat homogen, dengan intensitas yang sama dikesemua arah serta ada ada dimana-mana memenuhi seluruh hyperspace.
Dengan diperkenalkannya ZPE ke dalam teori elektron klasik, maka ruang hampa pada temperatur titik nol absolut tidak dapat lagi dianggap kosong dari medan elektromagnetik apapun juga. Bahkan sebaliknya, ruang hampa pada temperatur nol absolut kini dianggap penuh dengan berbagai medan energi yang berfluktuasi acak pada ZPE spektrum.
Diperkirakan bahwa salah satu manifestasi luar biasa dari ZPE adalah adanya fluktuasi intens acak dalam tingkat energi dari elektron. Elektron-elektron secara terus menerus berubah keberadaannya, dari energi berubah menjadi materi dan kemudian kembali berubah lagi menjadi energi, begitu seterusnya seperti yang Einstein pernah ungkapkan pada dunia.
Karakteristik istimewa dari ZPE adalah bahwa modul energi titik nol ini secara potensial mempunyai densitas energi yang tidak terbatas dan juga bahwa ZPE ini tersedia dimana-mana memenuhi seluruh ruang keberadaan (bahkan eksis di luar angkasa) dan ini membuat ZPE ini sangat diminati sebagai sumber energi.
Seorang fisikawan Soviet, Andre Sakharov berargumentasi bahwa kita harus menyadari bahwa semua materi dan manifestasi kebendaan sesungguhnya mengambang didalam lautan energi. Fisika modern mengatakan kepada kita bahwa jarak antara bintang-bintang ataupun antar benda langit dan jarak antara partikel elementer pembentuk materi sebenarnya penuh diisi oleh sejumlah luar biasa besar energi yang secara konstan berfluktuasi.
Ketika ZPE termodularisasi dalam alam-ketersambungan atau secara konseptual tersegmentasi dalam rangkaian kesatuan, kita mendapatkan apa yang disebut ZPEM (ZPE module) melayang dan mengapung dalam lautan energi dengan mode kesadaran yang abstrak.
ZPEM ini adalah dasar penyusun dari sang hidup, dan merupakan bagian dari kesatuan keseluruhan eksistensi hyperspace yang dipenuhi oleh ZPE. Setiap ZPEM berkontribusi untuk keseluruhan dengan menaikkan tingkat energinya melalui proses daur-ulang berkali kali di semesta fisikal yang terdapat dalam hyperspace.
ZPEM tidak dapat mempertahankan eksistensinya di semesta diam Dingin Besar terkecuali jika telah mencapai tingkat energi yang sangat tinggi. Begitu ZPEM mencapai tingkat energi yang membuatnya mampu bertahan untuk tetap eksis di semesta diam, artinya tingkat energi ZPEM tersebut sudah cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi bagian dari semesta diam Dingin Besar maka ZPEM tersebut akan berhenti ber-daur ulang di semesta fisikal.
Next : Kita sebenarnya sepanjang waktu melakukan perjalanan ke hyperspace
Read more...
Tuesday, June 2, 2009
Semua kehidupan di semesta dalam seluruh hyperspace adalah modul-energi-titik-nol..
Para ilmuan dalam waktu yang panjang sebelumnya telah melalui pergulatan yang intens untuk memahami apa sebenarnya makhluk hidup itu. Ranah riset kuantum hampa mengungkapkan bahwa esensi dasar, pemberi daya hidup kepada semua makhluk hidup adalah apa yang disebut Modul-Energy-Titik-Nol, yang mampu untuk tetap eksis pada temperatur nol absolut (0ºK atau setara -273ºC) walaupun seluruh materi dan radiasi penyusunnya telah hancur pada titik tersebut. Itulah esensi hidup dari semua bentuk kehidupan atau jiwa dari segala sesuatu yang hidup.
Terdapat berbagai macam semesta dengan jumlah yang tak terhitung eksis di dalam hyperspace bersama-sama, dan itu artinya terdapat zilliunan tipe makhluk hidup diseluruh semesta tersebut. Setiap spesies makhluk hidup itu pada suatu tingkatan tertentu membentuk kumpulan yang pada gilirannya menciptakan peradaban, dan beberapa dari peradaban ini berada pada tingkatan yang sangat maju (advance) dalam evolusi mereka.
Seiring dengan kemajuan evolusinya, mereka memahami dengan baik bahwa semesta fisikal dimana mereka eksis dapat mengalami kehancuran sewaktu-waktu baik karena memang “umur” semesta tersebut sudah habis atau karena bertumbukan dengan semesta fisikal lain. Karena itu peradaban tersebut berlomba-lomba untuk bermigrasi ke hyperspace dan membentuk koloni permanen untuk kemudian memindahkan peradaban mereka ke hyperspace.
Hyperspace itu sendiri dipenuhi oleh ZPE;zero-point-energy (energi-titik-nol) dan selalu tesedia dalam hyperspace seperti lautan energi yang dapat menjadi modul-energi-titik-nol dan untuk kemudian memanifestasikan kehidupan. Beberapa peradaban super maju tersebut mempunyai kemampuan untuk menciptakan makhluk hidup tiruan tapi mereka tidak mampu untuk menciptakan energi-titik-nol, yang mereka dapat lakukan adalah menciptakan peralatan dan kondisi yang dapat digunakan oleh ZPE untuk memanifestasikan bentuk kehidupan mereka.
Semua ZPEM berupaya menjadi tak-termusnahkan secara absolut dengan menjadi bagian dari semesta Dingin Besar yang mewadahi hyperspace dan seluruh semesta fisikal didalamnya. ZPEM dapaat melakukannya dengan mencapai status dan kondisi misterius yang membuatnya mampu eksis di semesta hening dan diam dari semesta Dingin Besar yang hampa dari semua bentuk energi dan gelombang kuantum.
Semesta Dingin Besar adalah pengendali utama dan terakhir dari semua hyperspace dan semesta-semesta tak terhitung banyaknya yang mengapung dalamnya. Ketika ZPEM tertentu memenuhi kualifikasi untuk menjadi bagian dari semesta Dingin Besar atau semesta Diam maka ZPEM tersebut akan menjadi bagian dari kekuatan yang mengendalikan segala sesuatunya.
Next : Anatomi dari Zero-Point-Energy-Modul – Keajaiban Hyperspace
Read more...
Tuesday, May 26, 2009
The anatomy of Big Chill that contained the Hyperspace
Melingkupi hyperspace yang "mengandung" semesta fisikal kita dan berbagai semesta-semesta lainnya yang tak terhitung jumlahnya, terdapat apa yang dinamakan Semesta "Dingin Besar" -- Big Chill, yang menjadi pondasi dasar dan sumber keberadaan dari hyperspace yang tercakup didalamnya.
Semesta Dingin Besar ini benar-benar tak terbatasi oleh dimensi apapun juga dan tidak pernah hancur atau terdaur ulang, ilmuwan ini juga meyakini Semesta ini mencakup didalamnya secara tak terbatas sejumlah hyperspace dimulai dari 5-Dimensi hyperspace sampai ke hyperspace dengan jumlah dimensi yang tak terbatas.
Semesta Dingin Besar ini adalah contoh paripurna dari infrastruktur ruang-waktu yang menopang eksistensi segala sesuatu. Waktu secara harfiah berhenti dan “membeku” disini. Gelombang kuantum atau medan energi apapun tidak eksis disini. Modul energi titik-nol (ZPEM) yang telah berhasil menaikkan tingkat energi mereka hingga ke level paripurna ditemukan disini. Modul energi tersebut eksis di Semesta Dingin Besar ini setelah mentransformasikan dirinya sendiri menjadi versi “beku” dari energi, yang pastinya tidak dapat disebut sebagai modul-energi-titik-nol lagi.
ZPEM ini lebih merupakan entitas keberadaan yang dapat eksis jauh dibawah titik beku absolute (nol derajat Kelvin) dengan cara yang misterius dan belum dapat dipahami sepenuhnya hingga sekarang ini.
Semesta Dingin Besar mengatur dan mengendalikan seluruk aktifitas dari hyperspace dan semesta-semesta lainnya. Semesta yang kadang disebut juga sebagai semesta “beku” ini bekerja dengan menggunakan gelombang-Z – Gelombang misterius yang sama sekali tidak dipahami oleh sains di semesta fisikal kita. Gelombang-Z inilah faktor pengendali yang mengatur aktifitas “daya sedot/tarik” di hyperspace yang pada gilirannya akan mengendalikan gaya gravitasi dan medan elektromagnetik di semesta fisikal tempat kita berada sekarang ini.
Semesta Dingin Besar inilah yang menjadi tujuan dari semua ZPEM – Zero-Point-Energy-Module (Modul Energi Titik Nol) untuk coba menggapainya. ZPEM adalah apa yang menjadi definisi ilmuan fisika kuantum akan “Hidup” sebagaimana yang kita kenal di bumi kita ini. ZPEM itu semu, maya atau virtual di dunia fisikal 3-Dimensi kita ini, namun merupakan hakikat, sejati, real di hyperspace 5-Dimensi yang mengandung dunia fisikal kita didalamnya.
Seluruh hyperspace yang terkandung didalam Semesta Dingin Besar terbentuk, hancur dan terbentuk kembali secara sistematis oleh kekuatan maha besar yang tidak dikenal dari Semesta Dingin Besar. ZPEM mencoba untuk secara konstan melakukan interaksi dengan semesta-semesta lain termasuk semesta fisikal kita untuk menaikkan tingkat energinya. Mulanya untuk dapat eksis di dalam hyperspace, untuk kemudian usaha pamungkas mereka adalah untuk dapat mencapai level energi yang membuat ZPEM mampu berpindah ke Semesta Dingin Besar dan eksis didalamnya. Itu akan membuat ZPEM benar-benar tidak dapat terhancurkan, karena semesta fisikal, bahkan hyperspace terdaur ulang namun Semesta Dingin, tidak.
Ketika hyperspace pada waktunya mengalami proses kehancuran, untuk kemudian terbentuk kembali, ZPEM yang eksis didalam hyperspace tersebut berpindah ke hyperspace yang lain. Dengan demikian siklus interaksi yang dilakukan oleh ZPEM dengan semesta-semesta lain akan tetap berlanjut.
Ketika pada akhirnya ZPEM tertentu mampu bermigrasi kedalam Semesta Dingin Besar, mereka akan menjadi “bagian” dari kekuatan misterius yang akan mengendalikan seluruh hyperspace dan semesta lainnya. Mereka mencapai kondisi paripurna dari keseimbangan, keheningan dan ketenangan sempurna jauh dibawah titik nol derajat Kelvin, ketika segala sesuatunya “beku” dalam sebuah ke-utuh-an dan ke-satu-an yang absolut dalam kesempurnaan.
Next: Semua kehidupan di semesta dalam seluruh hyperspace adalah modul-energi-titik-nol..
Read more...
Tuesday, May 19, 2009
Redefining life based on its existence in the Hyperspace
Kehidupan seperti yang selama ini kita kenal mungkin bukanlah apa yang sebenarnya menjadi hakikat kehidupan. Definisi biologis yang selalu digunakan dalam mendefinisikan kehidupan mungkin bukanlah definisi yang sejati akan kehidupan. Para ilmuwan dalam beberapa dekade ini disibukkan untuk mendefinisikan kehidupan dari sudut pandang ilmiah. Dengan terobosan dibidang kuantum hingga munculnya konsep akan hyperspace, ruang-maha-luas yang menjadi wadah semesta fisikal kita untuk eksis didalamnya termasuk juga berbagai semesta lainnya bersama-sama, telah menguak petunjuk baru dalam proses mendefinisikan kehidupan dari kacamata ilmiah.
Menurut beberapa pemikir cemerlang yang bersedia melakukan pencariannya hingga diluar ilmu pengetahuan konvensional pada umumnya, keajaiban kehidupan mulai menampakkan diri kepada manusia. Dalam ranah terluar dari fisika kuantum yang telah mengungkapkan bahwa kehidupan tersusun tak lain dari energi, dengan kata lain setiap bentuk kehidupan adalah makhluk energi, para ilmuwan ini telah lebih jauh lagi melangkah dengan mendefinisikan ulang arti hidup dan kehidupan itu sendiri.
Hidup didefinisikan oleh mereka sebagai Modul Energi Titik Nol atau ZPEM (Zero-Point-Energy-Modules) yang mampu eksis bahkan pada suhu 0ºK (nol derajat Kelvin) atau sama dengan –273 ºC (minus 273 derajat Celcius) atau 273 derajat dibawah titik nol jika menggunakan pengukuran standar Celcius. Modul atau paket energi ini tersusun sebagian besarnya dari gelombang elektromagnetik semu dan pasangan-pasangan partikel semu yang tidak dapat dideteksi atau diukur secara langsung. Eksistensi sejati dari ZPEM adalah di hyperspace.
Modul energi, sang hidup, atau yang ilmuwan kuantum sebut sebagai ZPEM ini mempunyai “eksistensi maya” yang berfungsi sebagai interface, atau wahana penyerap dan perekam “informasi” di semesta fisikal 3-Dimensi dan semesta-semesta lainnya yang secara terus menerus melakukan pertukaran informasi dan komunikasi dengan eksistensi sejatinya di hyperspace. Karena eksistensi sejatinya adalah di hyperspace 5-Dimensi, ZPEM ini tidak akan pernah bisa terlihat atau diperangkap dalam ruang 3-Dimensi. Di semesta fisikal 3-Dimensi eksistensi ZPEM ini semu, virtual, atau maya. Di hyperspace 5-Dimensi, eksistensinya nyata, riil atau sejati.
ZPEM tidak dapat dimusnahkan di semesta manapun – bahkan di hyperspace itu sendiri. ZPEM dapat memiliki eksistensi maya, yang sekaligus merupakan wahana bagi ZPEM untuk melakukan interaksi dengan apapun yang ada di dalam semesta fisikal 3-Dimensi dan semesta-semesta lainnya serta memanifestasikan interaksinya di semesta yang bersangkutan. Tidak tertutup kemungkinan ZPEM memiliki lebih dari satu wahana di lebih dari satu semesta pada satu dimensi waktu yang sama.
Tiap ZPEM eksis dan beroperasi pada suatu tingkat energi tertentu dan mempunyai kecenderungan, karakter alamiah, untuk menaikkan level atau tingkat energinya sendiri melalui interaksinya dengan semesta fisikal 3-Dimensi ataupun semesta-semesta paralel maupun non-paralel lainnya.
Dorongan untuk “kenaikan” tingkat energi dari ZPEM berkaitan langsung dengan kemampuan untuk mencapai suatu kondisi keberadaan paripurna (ultimate state of being) dimana ZPEM mampu bukan hanya eksis pada kondisi nol derajat Kelvin seperti di hyperspace namun bahkan mampu eksis dibawah – jauh dibawah nol derajat Kelvin. Pada titik itu, ZPEM hanya akan terdiri dari putaran atau rotasi kuantum, gelombang kuantum dan radiasi titik nol.
Jika semesta fisikal dapat eksis karena “dilahirkan”, “dibesarkan”, “dipelihara” hingga akhirnya hancur secara sistematis dalam suatu siklus “daur ulang” oleh hyperspace, demikian pula dengan hyperspace yang dibentuk dan dihancurkan secara sistematis dan berdaur ulang serta mempunyai keberadaan didalam suatu semesta diam yang dinamakan oleh para ilmuwan sebagai “Semesta Dingin Besar” (Big Chill) yang "mengandung" hyperspace dalam jumlah tak terbatas didalamnya.
Jika semesta fisikal pada suatu waktu mengalami kehancuran, demikian juga dengan hyperspace yang mengandungnya, pada suatu waktu hyperspace secara sistematis juga akan mengalami kehancuran, namun tidak halnya dengan Semesta Dingin Besar, jika semesta fisikal dan hyperspace mempunya siklus daur ulang mulai dari kelahiran, pemeliharaan hingga kehancuran, Semesta Dingin Besar “diam” dalam keabadiannya yang absolut.
ZPEM tertentu secara perlahan mampu melakukan transformasi melalu interaksi dengan semesta-semesta lain hingga beberapa akhirnya mampu mencapai kondisi dimana mereka mampu eksis tidak hanya di hyperspace namun bahkan di Semesta Dingin Besar.
Semesta Dingin Besar secara absolut konstan, diam, hening, kekosongan sempurna. Disini konsep akan energi tidak eksis. ZPEM dalam bentuk paripurnanya mampu mencapai semesta ini melalui interaksi intens berulang-ulang dengan beragam keadaan dan kondisi dari semesta-semesta lain yang tak terhitung jumlahnya, dan akhirnya ZPEM yang sudah paripurna ini mampu untuk eksis secara sempurna dan menjadi "bagian" dari Semesta Diam, The flat Universe of Big Chill.
Next: The anatomy of Big Chill that contained the Hyperspace
Read more...
Tuesday, May 12, 2009
The anatomy of the Hyperspace - 5 Real Spatial Dimensions
Minggu lalu kita sudah menguak sedikit hakikat dari semesta fisikal tempat kita menjalani kehidupan kita sehari-hari. Semesta fisikal bagi kita yang dibatasi dgn persepsi 3-Dimensional ruang-waktu merupakan realitas, namun dalam relasinya dengan 5-Dimensi hyperspace dimana semesta kita terlingkupi didalamnya, keberadaan semesta fisikal 3-Dimensi kita adalah virtual atau maya. Lalu seperti apakah Hyperspace 5-Dimensional yang merupakan lautan luas dimana gelembung keberadaan semesta fisikal kita eksis didalamnya?
5-Dimensional Hyperspace adalah “Semestanya semesta” dan keajaiban bagi fisika modern. Hyperspace mengatur dan mengendalikan seluruh aspek fundamental dari kehidupan, ilmu pengetahuan bahkan pembentukan dan kehancuran dari seluruh semesta fisikal.
Disatu sisi hyperspace mengendalikan pembentukan semesta-semesta baru, namun juga mempunyai fungsi untuk menjaga keseimbangan dari semesta-semesta yang terus berekspansi sehingga tidak terjadi kehancuran total karena semesta-semesta tersebut saling bertumbukan. Akhirnya hyperspace juga mengendalikan kehancuran sistematis semesta yang telah habis umur hidupnya. Hyperspace adalah samudra maha luas bagi buih atau gelembung-gelembung semesta yang eksis secara bersama-sama.
Riset tentang “kuantum hampa” (Quantum Vacuum) mengungkapkan temuan yang disebut radiasi-titik-nol (Zero-Point-Radiation; ZPR) terdiri sebagian besar dari gelombang elektromagnetic virtual dan pasangan partikel virtual yang tidak dapat diukur secara langsung dgn teknologi yang dimiliki manusia sekarang ini. Itulah karakteristik dari hyperspace. Jika kita mencoba untuk memahami tentang jumlah energi yang tersedia dalam hyperspace, maka gambarannya adalah jumlah yang dapat diukur dari energi yang terkandung pada suhu dibawah nol derajat Kelvin (-273 derajat Celcius).
Energi yang terkandung dalam hyperspace berasal dari sumber-sumber energi kinetik atau energi murni berikut ini : putaran atau rotasi kuantum (Quantum spin/rotation), gelombang kuantum (Quantum wave) dan radiasi-titik-nol (ZPR, Zero-Point-Radiation).
Densitas energi maksimum yang merupakan kerapatan ayunan partikel kuantum dalam kuantum hampa berkorespondensi dengan semua energi partikel atau gelombang yang sanggup didukung eksistensinya dalam dimensi ruang-waktu.
Sederhananya, hyperspace adalah kuantum hampa 5-Dimensi, yang membentuk, menjaga dan mengendalikan secara teratur kehancuran semesta. Energi, partikel dan hukum-hukum alam yang mengatur hyperspace relatif berbeda dengan hukum-hukum alam yang mengatur semesta fisikal kita.
Kuantum hampa hyperspace ini menembus dan melingkupi semesta fisikal kita secara virtual. Bayangkan ketika bongkahan es melayang dibawah air, namun kali ini partikel elementari dari air bukan hanya melingkupi bongkahan es, namun juga menembusnya karena partikel elementer tersebut lebih kecil ukurannya dari partikel penyusun bongkahan es. Sama halnya partikel sinar X yang mampu menembus tubuh kita, partikel dari hyperspace menembus melewati ruang fisikal kita sekaligus eksis dalam ruang fisikal 5-Dimensi kuantum hampa.
Karena itu kita dapat “merasakan” keberadaan partikel hyperspace ini namun kita tidak akan pernah dapat menangkap mereka. Sebagai contoh, kita tidak dapat mendeteksi secara langsung keberadaan partikel cahaya (photons) virtual dari radiasi-titik-nol (Zero-Point-Radiation; ZPR), karena mereka tidak berada satu “ruang” dengan diri kita ataupun alat detektor yang kita gunakan, dan oleh sebab itu kita hanya dapat mendeteksinya secara tidak langsung itupun hanya dalam interval sepersekian detik ketika partikel itu menembus lewat ruang 3-Dimensional kita sebelum menghilang lebur kembali kedalam ruang 5-dimensional kuantum hampa hyperspace.
Next : Redefining life based on its existence in the Hyperspace
Read more...
Tuesday, May 5, 2009
Our Physical universe is a 3-D “floating illusion” on an immense 5-D hyperspace realities..
Seperti apa kiranya semesta fisikal kita terlihat dari hyperspace atau “ruang sangat besar” dimana semesta fisikal kita “mengapung” didalamnya ?
Semesta fisikal 3-Dimensi kita merupakan ilusi 3D terapung pada realitas 5-Dimensi ruang-sangat-besar (hyperspace). Ini sama halnya dengan analogi ilusi 3-Dimensi yang mengapung di lautan maha luas realitas 5-Dimensi. Cara lain untuk membayangkan relasi ini adalah sebagai berikut : Semesta fisikal kita itu seperti sebongkah lapisan es yang mengapung dilautan luas dan semesta fisikal kita (bongkahan lapisan es) mempunyai lubang atau saluran yang mengarah ke hyperspace (lautan luas) melalui apa yang dinamakan black hole atau lubang hitam dan neutron star atau bintang neutron. Terdapat banyak semesta paralel maupun yang tidak paralel dengan semesta fisikal kita yang secara bersama-sama mengapung di dalam hyperspace.
Gravitasi dan energi elektromagnetik (EM; Electro Magnetic) tidak lain adalah hasil atau akibat adanya daya hisap dari hyperspace. Pada kenyataanya hubungan antara hyperspace dengan semesta fisikal 3-Dimensi sama dengan hubungan antara atmosfir dengan sebuah balon. Udara yang ada didalam sebuah balon akan selalu mencoba untuk terlepas, dan keluar dari dalam balon dan melebur ke dalam atmosfir melalu lubang atau saluran apapun yang dipunyai sebuah balon.
Serupa dengan analogi diatas, gravitasi dan Elektromagnetik dapat dipandang sebagai kecenderungan dari dua hal, yang satu non-polarisasi lainnya terpolarisasi untuk menghilang dan melebur ke dalam hyperspace melalui sebuah lubang atau jendela kecil antara semesta fisikal 3-Dimensi dan hyperspace.
Lubang atau jendela kecil ini terbuka oleh energi yang kita kenal dengan quantum spin atau putaran kuantum. Contoh dari jendela-jendela ini adalah lubang hitam dan bintang neutron. Hyperspace menghasilkan sebuah daya hisap terhadap partikel elementer, yang dapat dianalogikan dengan massa nya (gravitasi) atau polarisasinya (Elektromagnetik), dimana lubang hitam dan bintang neutron adalah bidang gaya yang menghubungkan semesta kita dengan hyperspace.
Sebuah lubang hitam merupakan jendela yang relatif besar menuju ke hyperspace, dimana massa (kerapatan partikel) dari sebuah lubang hitam sedemikian besarnya, sehingga struktur dari ruang-waktu “jatuh berantakan” ke dalam hyperspace, karena tidak sanggup lagi untuk mendukung keutuhan struktur semesta fisikal 3-Dimensi diakibatkan daya hisap dari lubang hitam yang luar biasa besar.
Kekuatan tarikan gravitasi yang luar biasa dari lubang hitam sekarang dapat secara mudah dipahami sebagai efek daya hisap yang kuat dari hyperspace terhadap partikel 3-Dimensi semesta kita. Kepadatan massa maha besar pada sebuah materi maha kecil yang biasanya disematkan kepada sebuah lubang hitam, dapat dipahami sebagai sebuah partikel yang telah melewati suatu batasan tertentu dan karenanya telah diserap oleh hyperspace menjadi bagian darinya.
Batasan disini adalah batasan massa, yang jika terlewati maka sebuah bintang yang meledak akan menjadi sebuah lubang hitam. Konsep akan “maha padat dan maha kecil” merupakan konsep yang berlaku relatif hanya pada semesta fisikal 3-Dimensi kita. Di hyperspace sendiri, lubang hitam kemungkinan hanyalah sebuah obyek “biasa” dengan ukuran dan kerapatan massa tertentu, dikarenakan kemampuan dari 5-Dimensi hyperspace dengan adanya tambahan 2 tingkat dimensi untuk mendukung eksistensi obyek maha besar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan semesta 3-Dimensi.
Next : The anatomy of the Hyperspace - 5 Real Spatial Dimensions
Read more...
Wednesday, April 22, 2009
Hidup mungkin bukanlah seperti apa yang kita kira selama ini...
Tiap kita pastilah berpikir hidup ini begini, atau begitu. Well, think again!. Hidup mungkin bukanlah seperti yang kita pikir selama ini. Konsepsi kita akan akan yang namanya hidup mungkin hanya mencakup makhluk hidup terkecil seperti amuba yang bersel satu, tumbuhan dan binatang.
Namun, menurut bidang ilmu pengetahuan termutakhir sekarang ini dimana sains dan spiritualisme seringkali saling bersinggungan, jiwa atau esensi hidup itu sendiri adalah sebuah bentuk energi yang tidak dapat dimusnahkan, eksis di lebih dari satu dimensi keberadaan, bahkan dapat terbaharukan yang terentang mengisi seluruh ruang semesta.
Seperti halnya pada “dark matter” atau materi gelap yang diprediksi pertama kali keberadaanya pada era 1930an oleh oleh Jan Oort (Astronom Belanda) dan Fritz Zwicky (Astronom Swiss) yang melakukan pengamatan terpisah, lalu Proyek COBE (COsmic Background Explorer) oleh NASA, pada durasi 1989 - 1990-an awal kemudian melakukan verifikasi eksistensi dari dark matter ini. Mereka menemukan adanya perbedaan perhitungan kecepatan gerak putar (angular) benda-benda di tepi galaksi dengan hasil pengamatan mereka akan diameter dan distribusi massa galaksi itu sendiri.
Dari temuan itu mereka menyusun prediksi bahwa perbedaan itu terjadi karena adanya massa galaksi yang belum terhitung oleh mereka sehingga menyebabkan perbedaan perhitungan kecepatan gerak angularnya. Kenapa tidak bisa dihitung? Karena tidak bisa diamati oleh teknologi mereka (yang bekerja di bawah interaksi elektromagnetik). Massa yang tidak teridentifikasi inilah yang kemudian disebut dark matter, alias materi gelap yang tidak diketahui dengan pasti materi penyusunnya karena berada diluar kemampuan teknologi dan pengetahuan materi elementer yang dimiliki manusia sekarang.
Dari temuan itu disimpulkan bahwa materi gelap adalah bentuk lain lagi dari energi multidimensional, terbaharukan dan tak termusnahkan yang mengisi semesta. Energi ini mempunyai hirarki tertentu, saling terhubungkan dan mempunyai eksistensi yang menembus lebih banyak dimensi dari sekedar 4 dimensi eksistensi yang kita ketahui sekarang ini.
Dalam bahasa yang sederhana, kehidupan di bumi mungkin sebenarnya saling tersambungkan dengan berbagai kehidupan dan bentuk kehidupan lainnya. Kehidupan ini terbaharui, berubah bentuk dan membentang di seluruh dimensi keberadaan dalam seluruh kesejajaran semesta (parallel universe).
Menurut beberapa ilmuwan dan ahli fisika, hal ini merupakan penemuan besar yang sedang menunggu untuk terungkapkan. Seperti halnya belasan tahun yang lalu, saat itu tidak dikenal konsep akan “Dark Energy” dan seluruh dunia hanya mempercayai keberadaan energi gravitasi dan energi magnet; begitu juga sekarang ini kita mungkin hanya belum dapat mempercayai tentang hidup dan jiwa itu sesungguhnya, namun seperti halnya sejarah membuktikan, mungkin itu hanyalah masalah waktu.
Bentuk energi yang baru ditemukan ini, saling terhubungkan satu dengan lainnya, membentang dan terdistribusikan keseluruh pelosok keberadaan. Itu artinya kita mungkin saja hidup dan eksis dalam lebih satu semesta keberadaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Ini juga berarti bahwa semua umat manusia, seluruh kehidupan mempunyai koneksi satu dengan lainnya yang tak disadari atau dipersepsikan oleh dirinya sendiri. Seluruh jiwa, esensi kehidupan, secara bersama-sama, kolektif membentuk suatu kesatuan, seperti hal nya seluruh sel-sel ditubuh kita membentuk suatu kesatuan yang disebut “manusia” dimana bentuk kesatuan ini mempunyai kesadarannya sendiri yang sama sekali berbeda dengan kesadaran masing-masing sel pembentuk kesatuan itu sendiri.
Dengan kata lain, bumi, planet, bintang dan semua benda langit yang memiliki atau berhubungan dengan medan energi seperti gravitasi atau geomagnetisme sebenarnya bukanlah benda mati yang terdiri dari sekedar materi elementer, kesemua planet dan benda langit itu sesungguhnya hidup. Tentunya dengan bentuk kehidupannya sendiri dan dengan tingkat kesadaran diluar persepsi manusia, seperti halnya kesadaran sebuah sel tak dapat mempersepsikan kesadaran seorang manusia dimana sel tersebut merupakan salah satu keping pembentuk eksistensi manusianya itu sendiri.
Menurut para pemikir-pemikir luar biasa ini, hidupnya sebuah planet merupakan bentuk yang sangat kompleks, menembus berbagai dimensi keberadaan. Menurut mereka karena keping penyusun semua keberadaan, esensi kehidupan itu adalah jiwa yang merupakan energi yang tidak termusnahkan, hanya berubah bentuk maka si hidup itu sesungguhnya berlanjut terus, maka konsep-konsep spritual seperti re-inkarnasi, hidup sesudah mati, surga-neraka menjadi sesuatu yang dapat diterima, karena hidup mungkin berlanjut terus seiring evolusi si hidup itu dari bentuk dan tingkat energi tertentu menuju bentuk dan tingkat energi yang lebih tinggi sampai tingkatan "nirvana" tercapai.
Pada suatu titik waktu ketika tingkatan itu tercapai, si hidup tersebut mungkin saja sudah bertransformasi dari bentuk hidup seorang individu menjadi bentuk hidup yang jauh lebih tinggi tingkatannya, seperti sebuah bintang atau bahkan sebuah Semesta..
Read more...
Wednesday, March 18, 2009
Meme Number 9, The Shifter of Realities...
Last week, we listed the memes of social progression which have been identified so far in the book ‘Spiral Dynamics.’
The characteristics of the first tier of six memes are:
1. Basic, personal survival.
2. Clan survival.
3. Courage, survival of the fittest.
4. Finding order and purpose in life.
5. Achievement, striving to succeed.
6. Community and caring.
Then, a momentous leap into the second, spiritual tier of six memes began with leading-edge thinkers in the 1950s. Since then, enough people have made the shift into the second tier to enable two of its memes to be identified and analyzed:
7. Responsible freedom.
8. Holistic, global village view.
As of the 1990s, the authors of Spiral Dynamics have also identified the existence of the next meme in the progression.
This ninth meme has not yet been observed in large quantities of people, so they have been unable to summarize its characteristics at this point.
Using basic metaphysical principles, however, you can predict exactly what it will become. Also, second tier memes are reminiscent of their first tier cousins. Meme number nine, being the third meme within the second tier of six, will become an enlightened version of the original meme number three, which is courage.
The first tier of six memes is materially-oriented while the second tier is spiritually-oriented. The second tier, being of a higher frequency band of consciousness than the first tier, exerts far more influence in the world when it is activated. As popular use of the second tier of memes only began in the early 1950s, we have yet to see much of its power manifest in the world.
The second tier of memes, this higher frequency band of consciousness, is the engine of The Shift, the spiritual revolution in human consciousness.
Meme number seven (responsible freedom) is similar to meme number one (basic, personal survival), only transformed into the second tier of six memes. Meme seven means having a viewpoint from a much wider vista of consciousness than meme one. It deals with flexible flow and adaptation to a world full of change. It is like learning to survive all over again, but this time through a global viewpoint. Meme number seven is the starting point, and the orientation course, for the entire second tier of memes.
Meme number eight (holistic, global village view) is the second tier version of meme number two (clan survival).
With a viewpoint that is holistic as well as global, it is reminiscent of meme number two. In meme number eight, the vision is to create a global village, or a unified clan of humanity. Unlike the small-clan focus of meme number two, meme number eight thinkers can see that the key to unity is to embrace the unlimited diversity of humanity as a whole.
Integration and peace can then be created through the existence of our common humanity, when people accept everyone else as they are, simply because they exist.
This equates to the fundamental, Creator-given right of each human being for self-determination simply because they exist.
People were created to experience self-determination.
Humanity was also created to have an infinite variety of personalities for the purpose of gaining an infinite variety of experience.
At this higher level of consciousness, it becomes obvious that any attempt to coerce people into conformity with the standards of another person, or another group of people, is actually a violation against the will of the Creator.
Acceptance of diversity, paradoxically, is the key to unity in human experience.
The Nature of the Mystery Meme:
The new meme number nine will be like meme number three (courage, survival of the fittest), only in a higher form of manifestation. Meme number three’s courage lead to adventure, exploration and mastery of the physical environment. As the second tier memes all have a spiritual orientation, this means that the new meme number nine will bring about adventure, exploration and mastery of the holistic environment of mind, body and spirit. It will do this while encompassing a global scale of awareness.
The new, ninth meme will bring exploration of the spiritually-inspired use of the power of the mind to transform reality for the better. It will create strong demand for spiritual and creative freedom on a global basis.
This far-ranging, inspiring meme has the power, quite simply, to transform the entire world as we know it.
The keywords of the ninth meme will be ‘Powerful creativity.’
Powerful Creativity:
How powerful will it become? How much will this meme transform the world as it gains in popularity?
When a spiritually-oriented person uses their creativity, they use the same formula that Infinite Being originally used to create the entire universe. That’s how powerful spiritual creativity is. In its fundamental form, it consists of three essential components:
(1) Intent is used to define the goal, or the desired outcome.
When defining a goal, it is better to leave the specifics undefined and deal in generalities. This allows the universe to find the easiest pathway through which to manifest the desired goal. Even better than specific objects are general principles. For example, the general principle of natural prosperity can find thousands of ways to materialize, whereas a goal involving one specific objective along the path to prosperity limits the options considerably.
(2) Feeling is added to give the goal the life energy with which to grow from an idea into a pre-physical reality that becomes ready to manifest in the physical world. Ideally, an equal balance between the amount of intent and feeling makes for the most powerful act of creativity. For the sake of clarity, feeling is defined as a separate component from intent. In practice, however, the act of creativity expresses intent and feeling intertwined together as one creative act.
This is in keeping with the way nature functions. Light, for example, is a form of electromagnetic radiation – electric and magnetic energies intertwined in perfect balance and set into motion.
(3) Action. As the energy of your environment reorganizes itself around your empowered intent, you need to provide the third and final component, action. However, before the action, there first has to be a pause lasting several days. This is a hands-off period where you allow the growth of the project to occur at its own pace within the pre-physical ethers of space.
Then, after several days have passed and the objective is ready to manifest, it will cause synchronistic flow to appear in your life. ‘Coincidences’ will occur which cause events around you to move towards the fulfillment of your desired goal. When this flow of supportive coincidences begins to occur, your job is to provide the action which each synchronistic event calls for, until the goal has become fully manifested.
If, for example, a desired career opening occurs, then you would follow that opportunity to see if this is the main event, or if it is just something that you will learn from along the journey towards your goal.
If a key contact occurs which can help your project, then you follow through on that contact to see where it will lead.
Whatever mini-opportunities arise along the path to the realization of your goal, you provide the physical action to materialize those opportunities out of the realm of possibilities and bring them into the physical realm. Most often, goals materialize through a daisy chain of events and opportunities, each of which builds up to the final realization of the entire, original goal.
People today are finding their way through the spiritual awakenings that come with second-tier memes number seven and eight. As they activate number nine, the meme of powerful creativity, they discover a power which, unleashed, can transform not only their own lives but the world around them for the better.
The New Reality is yours to explore. It already exists as a frequency of consciousness. In a world where thoughtlessness and heartlessness are common, people of the New Reality bring thoughtfulness and heartfulness. Where there is strife, people of the New Reality bring peace. Where there is pain, people of the New Reality bring love and healing.
This is the New Reality, the spiritual revolution in human consciousness.
Read more...
The characteristics of the first tier of six memes are:
1. Basic, personal survival.
2. Clan survival.
3. Courage, survival of the fittest.
4. Finding order and purpose in life.
5. Achievement, striving to succeed.
6. Community and caring.
Then, a momentous leap into the second, spiritual tier of six memes began with leading-edge thinkers in the 1950s. Since then, enough people have made the shift into the second tier to enable two of its memes to be identified and analyzed:
7. Responsible freedom.
8. Holistic, global village view.
As of the 1990s, the authors of Spiral Dynamics have also identified the existence of the next meme in the progression.
This ninth meme has not yet been observed in large quantities of people, so they have been unable to summarize its characteristics at this point.
Using basic metaphysical principles, however, you can predict exactly what it will become. Also, second tier memes are reminiscent of their first tier cousins. Meme number nine, being the third meme within the second tier of six, will become an enlightened version of the original meme number three, which is courage.
The first tier of six memes is materially-oriented while the second tier is spiritually-oriented. The second tier, being of a higher frequency band of consciousness than the first tier, exerts far more influence in the world when it is activated. As popular use of the second tier of memes only began in the early 1950s, we have yet to see much of its power manifest in the world.
The second tier of memes, this higher frequency band of consciousness, is the engine of The Shift, the spiritual revolution in human consciousness.
Meme number seven (responsible freedom) is similar to meme number one (basic, personal survival), only transformed into the second tier of six memes. Meme seven means having a viewpoint from a much wider vista of consciousness than meme one. It deals with flexible flow and adaptation to a world full of change. It is like learning to survive all over again, but this time through a global viewpoint. Meme number seven is the starting point, and the orientation course, for the entire second tier of memes.
Meme number eight (holistic, global village view) is the second tier version of meme number two (clan survival).
With a viewpoint that is holistic as well as global, it is reminiscent of meme number two. In meme number eight, the vision is to create a global village, or a unified clan of humanity. Unlike the small-clan focus of meme number two, meme number eight thinkers can see that the key to unity is to embrace the unlimited diversity of humanity as a whole.
Integration and peace can then be created through the existence of our common humanity, when people accept everyone else as they are, simply because they exist.
This equates to the fundamental, Creator-given right of each human being for self-determination simply because they exist.
People were created to experience self-determination.
Humanity was also created to have an infinite variety of personalities for the purpose of gaining an infinite variety of experience.
At this higher level of consciousness, it becomes obvious that any attempt to coerce people into conformity with the standards of another person, or another group of people, is actually a violation against the will of the Creator.
Acceptance of diversity, paradoxically, is the key to unity in human experience.
The Nature of the Mystery Meme:
The new meme number nine will be like meme number three (courage, survival of the fittest), only in a higher form of manifestation. Meme number three’s courage lead to adventure, exploration and mastery of the physical environment. As the second tier memes all have a spiritual orientation, this means that the new meme number nine will bring about adventure, exploration and mastery of the holistic environment of mind, body and spirit. It will do this while encompassing a global scale of awareness.
The new, ninth meme will bring exploration of the spiritually-inspired use of the power of the mind to transform reality for the better. It will create strong demand for spiritual and creative freedom on a global basis.
This far-ranging, inspiring meme has the power, quite simply, to transform the entire world as we know it.
The keywords of the ninth meme will be ‘Powerful creativity.’
Powerful Creativity:
How powerful will it become? How much will this meme transform the world as it gains in popularity?
When a spiritually-oriented person uses their creativity, they use the same formula that Infinite Being originally used to create the entire universe. That’s how powerful spiritual creativity is. In its fundamental form, it consists of three essential components:
(1) Intent is used to define the goal, or the desired outcome.
When defining a goal, it is better to leave the specifics undefined and deal in generalities. This allows the universe to find the easiest pathway through which to manifest the desired goal. Even better than specific objects are general principles. For example, the general principle of natural prosperity can find thousands of ways to materialize, whereas a goal involving one specific objective along the path to prosperity limits the options considerably.
(2) Feeling is added to give the goal the life energy with which to grow from an idea into a pre-physical reality that becomes ready to manifest in the physical world. Ideally, an equal balance between the amount of intent and feeling makes for the most powerful act of creativity. For the sake of clarity, feeling is defined as a separate component from intent. In practice, however, the act of creativity expresses intent and feeling intertwined together as one creative act.
This is in keeping with the way nature functions. Light, for example, is a form of electromagnetic radiation – electric and magnetic energies intertwined in perfect balance and set into motion.
(3) Action. As the energy of your environment reorganizes itself around your empowered intent, you need to provide the third and final component, action. However, before the action, there first has to be a pause lasting several days. This is a hands-off period where you allow the growth of the project to occur at its own pace within the pre-physical ethers of space.
Then, after several days have passed and the objective is ready to manifest, it will cause synchronistic flow to appear in your life. ‘Coincidences’ will occur which cause events around you to move towards the fulfillment of your desired goal. When this flow of supportive coincidences begins to occur, your job is to provide the action which each synchronistic event calls for, until the goal has become fully manifested.
If, for example, a desired career opening occurs, then you would follow that opportunity to see if this is the main event, or if it is just something that you will learn from along the journey towards your goal.
If a key contact occurs which can help your project, then you follow through on that contact to see where it will lead.
Whatever mini-opportunities arise along the path to the realization of your goal, you provide the physical action to materialize those opportunities out of the realm of possibilities and bring them into the physical realm. Most often, goals materialize through a daisy chain of events and opportunities, each of which builds up to the final realization of the entire, original goal.
People today are finding their way through the spiritual awakenings that come with second-tier memes number seven and eight. As they activate number nine, the meme of powerful creativity, they discover a power which, unleashed, can transform not only their own lives but the world around them for the better.
The New Reality is yours to explore. It already exists as a frequency of consciousness. In a world where thoughtlessness and heartlessness are common, people of the New Reality bring thoughtfulness and heartfulness. Where there is strife, people of the New Reality bring peace. Where there is pain, people of the New Reality bring love and healing.
This is the New Reality, the spiritual revolution in human consciousness.
Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)
