All things are One. There is no polarity, no right or wrong, no disharmony, but only identity.
All is One, and that one is love/light, light/love, The One Infinite Creator...
~Ra, humble messenger of the Law of One~
All is One, and that one is love/light, light/love, The One Infinite Creator...
~Ra, humble messenger of the Law of One~
Friday, January 30, 2009
Menelusuri Kisah Adam dan Tulang Rusuknya, Hawa.
Salah satu kisah paling tua yang pernah dikenal oleh peradaban manusia sampai sekarang ini adalah kisah tentang penciptaan manusia (pria) pertama yang disebutkan bernama Adam dan manusia (wanita) pertama yang disebutkan bernama Hawa, yang disebutkan juga diciptakan dari tulang rusuk Adam sendiri.
Kisah itu sendiri berakar dari informasi yang diabadikan pada kitab-kitab suci agama-agama Ibrahim (Yudaisme, Kristiani, dan Islam) yang merupakan sumber ajaran dengan muara pada satu garis keturunan yang sama secara genetis, dan dengan seiring perkembangan agama-agama tersebut menjadi agama dengan pemeluknya yang terbesar di dunia, kisah adam dan hawa itu sendiri makin mendunia karena masing-masing agama terus mengulang kisah tersebut dalam kitab-kitabnya masing-masing.
Secara Kronologis sumber ajaran yang dianggap sebagai saudara “tua” dari agama-agama Ibrahim adalah Yudaisme, dengan kitab yang dianggap paling tua yang dikenal manusia, yaitu Genesis, disitulah kita akan memulai pencarian kita, tepatnya di bab ke-enam, dimana kita akan menemukan paparan sebagai berikut :
“The sons of God saw the daughters of man, and that they were good; and they took them for wives, all of which they chose...” (Anak-Anak lelaki Tuhan melihat anak perempuan manusia, dan bahwa anak-anak perempuan manusia itu indah; dan mereka mengambil anak-anak perempuan itu sebagai istri, semua dari yang mereka pilih...)
The Nefilim were upon the earth in those days, and thereafter also, when the sons of the gods cohabited with the daughters of Adam, and they bore children unto them. They were the might ones of eternity - the people of the shem” (Nefilim pada masa itu hidup dibumi dan masa sesudahnya juga, ketika anak-anak lelaki Tuhan hidup bersama dengan anak-anak perempuan dari Adam, dan mereka memperoleh keturunan sesudahnya. Para Nefilim itulah makhluk yang perkasa dari keabadian – makhluk dari Shem).
Jika kita memeriksa Injil modern sekarang ini kita akan menemukan bahwa paparan asli dari kitab Genesis itu telah direduksi menjadi hanya..”There were giants upon the Earth” (Tersebutlah raksasa-raksasa di muka bumi) sedangkan beberapa terjemahan lain tetap mencantumkan istilah “Nefilim” pada terjemahan yang mereka buat.
Istilah (N.F.L) yang berakar dari kata di bahasa Yahudi dalam kata Nefilim secara literatur berarti “Yang dikirim turun kesini” namun untuk mendapatkan informasi lebih detil tentang Nefilim dan asal mula keberadaan mereka kita harus kembali lebih kebelakang lagi dari kitab Genesis, ke masa yang kita semua kemungkinan besar tidak pernah mendengar atau membacanya di sekolah ataupun dimanapun juga.
Kebenaran tentang Nefilim sudah terungkap dalam beberapa tahun terakhir, walau belum menjadi pengetahuan umum. Diawal abad ini para arkeolog membongkar dan menggali tumbukan puing dan reruntuhan disebuat lokasi yang disebut dengan Nippur dimasa kuno dulu, lokasi yang sekarang berada di wilayah Irak. Ketika mereka menggali lebih dalam lagi, mencari batu-batu artifak, mereka menemukan sejumlah besar kepingan tanah liat yang terlihat seperti pecahan tembikar dengan hiasan dan design yang terdiri dari garis-garis lurus pendek.
Seperti halnya penemuan Rosetta Stone yang mengandung tulisan hieroglyphs Mesir dan Yunani Kuno, pecahan tembikar di Nippur menggoncangkan dunia arkeologi karena mengandung tulisan Mesopotamia kuno, ketika itulah para arkeolog menyadari bahwa pecahan tembikar di Nippur bukanlah berasal dari sekedar hiasan tanah liat, tapi merupakan bagian dari sebuah perpustakaan besar yang ditulis diatas lempengan tanah liat dalam bahasa yang paling kuno yang pernah dikenal manusia.
Menterjemahkan tulisan yang terlihat seperti garis-garis aneh memang tidak mudah, tapi ketekunan para arkeolog pada akhirnya membuahkan hasil dan mereka mendapatkan kejutan besar mereka yang kedua. Lempengan tanah liat yang disebut “cuneifom” dalam bahasa kuno Mesopotamia ini, menceritakan bahwa perpustakaan tersebut sangat tua dan merupakan koleksi dari raja Mesopotamia, Ashurbanipal yang hidup sekitar 3000 tahun yang lalu. Dalam salah satu lempengan tersebut Ashurbanipal mengatakan bahwa ia dapat membaca beberapa tulisan yang dianggap “kuno” pada masa ia hidup, termasuk tulisan-tulisan sebelum datangnya air bah atau banjir besar di dunia. Jika kita terkejut mendengar kesamaan kisah tersebut dengan kisah dalam injil dan Genesis, mari kita lihat apalagi informasi yang terungkap oleh guratan-guratan pada lempengan tanah liat raja Ashurbanipal, 3000 tahun yang lalu.
Raja Ashurbanipal mengumpulkan dan menterjemahkan berbagai literatur “sangat kuno” dengan upayanya sendiri. Seberapa jauh kebelakang kita harus menembus waktu untuk sebuah masa yang disebut “sangat kuno” oleh seorang raja yang hidup 3000 tahun yang lalu? Perkiraan yang paling konservatif menyebutkan masa sekitar 10.000 tahun yang lalu, karena literatur tersebut terlihat dibuat dalam untaian kalimat berirama untuk memudahkannya diingat, dapat dikatakan perpustakaan raja Ashurbanipal tersebut mengungkapkan sudut pandang unik akan sejarah manusia. Namun perpustakaan tersebut punya banyak kejutan bagi kita.
Selama ribuan tahun, mungkin sekitar 5000 tahun yang lalu, ada kepercayaan yang dominan dan dipegang erat, sesuatu yang mirip dengan yang kita kenal sebagai “Agama” sekarang ini. Di masa kuno tersebut agama dan kebudayaan tak bisa dipisahkan, identik. Pemimpin dan penguasa manusia ketika itu adalah mereka-mereka yang digambarkan mempunyai kedekatan dan interaksi dengan para Dewa, yang secara kolektif disebut Annunaki.
Kosa kata bahasa kuno Mesopotamia dan artinya yang terus bertambah seiring dengan penterjemahan tumpukan besar lempengan-lempengan di Nippur memberikan kita petunjuk akan sesuatu yang luar biasa. Ternyata para Dewa “kuno” ini mengambil sebutan mereka dari kata “Annu” yang mempunya arti mirip dengan Surga, dan “Ki” yang artinya mirip dengan “bumi”, jadi secara literatur Annunaki berarti “Mereka yang datang dari Surga ke Bumi”.
Sejumlah besar puisi, cerita dan catatan sejarah yang diabadikan diatas lempengan Nippur menceritakan kepada kita sejarah yang sangat jelas, tanpa simbolisme dan metafor yang sering ditemukan di karya tulis kuno. Tapi, anehnya proses penterjemahan lempengan Nippur dilakukan dengan sangat “low profile” dan tertutup. Bahkan sekarang ini, jika kita menyebut “kebudayaan kuno” selalu Mesir dan bukan Mesopotamia kuno yang mendapatkan rujukan. Kekayaan detil dan kisah yang bertalian secara selaras dan tidak bertentangan yang terungkap dari lempengan di Nippur tidak diragukan lagi adalah penemuan arkeologi paling penting yang pernah ada, namun tetap saja hal ini berhasil dikubur dan disembunyikan dari pengetahuan publik. Kenapa?
Inilah yang tidak pernah diberitahukan kepada publik. Sekumpulan lempengan dengan sebuah informasi tertentu yang disebut Enumma Elish, dari perpustakaan kuno di Nippur menggambarkan formasi dari tata surya kita, di masa yang sangat berbeda dengan hari ini tentu saja. Dalam sistem tata surya yang diabadikan dalam lempengan tersebut terdapat bumi kita (yang disebut dengan Tiamut), juga bulan, dan planet-planet tetangga kita. Dalam lempengan itu juga dikatakan bahwa sebuah planet yang bergerak liar melintas ke dalam tata surya, dan mengacaukan medan gravitasi dan mengakibatkan salah satu planet dalam tata surya itu hancur berkeping-keping membentuk sabuk asteroid, dan planet “pendatang” itu terlempar keluar dan membentuk lintasan elips terhadap matahari dengan lama orbit mengelilingi matahari sekitar 3600 tahun sekali.
Korelasi Enumma Elish dengan sebuah dokumen lain yang disebut Atra Hasis, mengungkapkan sebuah informasi yang paling mengejutkan. Teks dalam Atra Hasis mengungkapkan bahwa Annunaki berasal dari planet pendatang di tata surya kita tersebut, planet yang sekarang mengorbit matahari dengan lintasan berbentuk elips setiap 3600 tahun sekali, planet yang disebut dengan nama Nibiru.
Planet Nibiru digambarkan mengalami semacam kondisi penurunan kondisi atmosfir planet dan kemudian mengirimkan sebuah tim ekplorasi ke bumi untuk mencari mineral tertentu, logam lebih tepatnya yaitu emas. Logam tersebut di tambang oleh sebuah ras yang disebut “Igigi” yang merupakan bentuk primitif dari ras Annunaki tersebut. Dalam Atra Hasis, Igigi dikatakan mengeluh kepada Annunaki atas kesulitan dan kelelahan yang mereka alami dalam menjalankan tugas penambangan yang sangat menuntut kerja fisikal.
When the gods instead of man (Ketika para Dewa dan bukannya manusia)
Did the work, bore the loads, (melakukan pekerjaan, menanggung beban)
The gods' load was too great, (beban para Dewa terlalu besar)
The work too hard, the trouble too much, (pekerjaan itu terlalu berat, kesulitannya terlalu banyak)
The great Anunnaki made the Igigi (Annunaki yang perkasa menciptakan Igigi)
Carry the workload sevenfold. (Meneruskan beban pekerjaan tujuh kali lipat)
Ketika para Igigi meminta pembebasan atau keringanan atas tugas yang diberikan pada mereka kepada pemimpin dari tim eksplorasi yang datang ke bumi, yaitu An (figur seorang ayah dan pemimpin tertinggi) maka An mengadakan rapat khusus dengan kedua anaknya yaitu Enki dan Enlil. Dalam teks Atra Hasis disebutkan bahwa saat itu terjadi ketegangan dan nampaknya pemberontakan oleh Igigi sangat mungkin bisa terjadi, namun Enki mempunya usul yang brilian.
Why are we blaming them? (Mengapa kita menyalahkan mereka, Igigi?)
Their work was too hard, their trouble was too much. (Pekerjaan mereka sangat berat, kesulitan mereka sangat banyak)
Every day the earth resounded. (Setiap hari bumi menjerit)
The warning signal was loud enough, we kept hearing them.(Tanda peringatan cukup keras, kita terus mendengarnya)
There is [.-pieces missing- ] (Ada sesuatu...-bagian tembikar hilang-)
Ninhursag the womb-goddess is present (Ninhursag, sang dewi-rahim ada disini)
Let her create a mortal man (Biarkan ia menciptakan makhluk yang tak-abadi, seorang manusia)
So that he may bear the yoke (Sehingga manusia itu dapat membawa bajak)
So that he may bear the yoke, the work of Enlil, (sehingga manusia itu dapat membawa bajak, pekerjaan Enlil)
Let man bear the load of the gods! (Biarkan manusia yang membawa beban dari para Dewa)
[.-pieces missing-.] (bagian tembikar hilang)
Belet-ili the womb-goddess is present, (Belet-ili dewi-rahim ada disini)
Let the womb-goddess create offspring, (Biarkan dewi rahim menciptakan keturunan)
And let man bear the load of the gods!" (Dan biarkan manusia menanggung beban dari para Dewa)
Kisah dalam Atra Hasis berlanjut dengan Annunaki bergender wanita, Ninhursag menciptakan spesies peranakan silang dengan “merekayasa” genetik dari Annunaki dengan “binatang buas” bumi, yang tak lain sebenarnya adalah “manusia primitif” atau yg kita kenal sekarang ini dengan istilah homo erectus.
Annunaki kemudian memiliki pekerja yang secara intelektual mampu mengerjakan pekerjaan kasar menambang mineral dan logam bagi Annunaki. Dengan segera prototipe manusia ini ( yang disebut A-dam berarti sesuatu seperti “duplikasi” ditambah “manusia”) dimodifikasi terus untuk menyesuaikan dengan tugas-tugas tertentu yang akan diembankan kepadanya, termasuk didalamnya versi “manusia” dengan spesifikasi yang berbeda dengan ukuran yang lebih kecil dan fitur dan kemampuan yang lebih “lembut” dan “halus” yang kemudian digunakan oleh Annunaki sebagai pembantu rumah.
Teks Atra Hasis menjelaskan lebih lanjut bahwa, versi manusia yang “halus” dan “lembut” (sangat mungkin diperoleh dengan menyilangkan genetik wanita Annunaki dengan genetik manuasia primitif bergender wanita) itulah yang mendekati dan menyerupai ras Annunaki itu sendiri, tak heran para Annunaki kemudian “tertarik” dan mengambil mereka menjadi istri. Dan para Annunaki itulah, yang disebut dengan “Raksasa di muka bumi” seperti yang diabadikan dalam kitab Genesis.
Kitab Genesis lebih lanjut lagi memberikan petunjuk tentang epos awal ini. Ninhursag, yang menciptakan “manusia berkecerdasan” dirayakan dan diagungkan oleh Annunaki, ia diberikan gelar “Nin-Ti” or Lady of Life (Ibu Kehidupan), dan karena bahasa Yahudi kuno memiliki arti berganda untuk kata “Ti”, yang berati “Rusuk” sekaligus juga “Kehidupan”, akibatnya kisah penciptaan Hawa, versi wanita dari “manusia berkecerdasan” pertama, menghasilkan kisah yang berbeda dari naskah “asli” nya, yaitu bahwa wanita pertama diciptakan dari tulang rusuk Adam, dan kisah itu tetap diulang dalam kitab-kitab selanjutnya setelah Genesis sampai ke masa modern sekarang ini. Read more...
Wednesday, January 21, 2009
December 21, 2012 - are you ready?
The simultaneous polar reversal in earth and sun will throw the solar system out of whack. That will cause massive upheaval in the earth. At that point of time, the extraterrestrials will officially show up and put “cosmic seat belts” around us as they apply the superpower of the Hyperspace to bring the solar system back to what it is today.
This has happened before. The extraterrestrials take care of the earth and the solar system whenever the solar system faces challenges like that.
According to scientists and technologists something strange is happening behind the scene. The terrestrial and solar polar reversal peaks are coming within three weeks of that day, December 21, 2012. Innumerable UFOs are scouting our skies regularly and increasing as we approach that day. The tectonic plate shifts, underwater volcanoes, earthquakes, landslides and Tsunamis are increasing at rates never seen before. The solar flares are increasing. The earth’s magnetosphere and ionosphere are experiencing strange disturbances. The numbers of typhoons and cyclones have increased many folds. The number of floods and droughts has increased beyond imaginations in the last ten years. Scientists who look beyond conventional science point out that that the Hyperspace that contain our Universe is also showing signs that something strange is happening in our universe. The multidimensional time research is showing that a parallel universe may be predicting strange effects.
The Maya prediction of a cataclysmic end to the world as we know it is near. Secret preparations are being made in many countries for the governments to come out clean what they have been hiding for decades ? the existence of unexplained advanced extraterrestrial UFOs.
Brazil, India and China are taking the lead in this matter. They want to make sure the emerging new world understands that we have to coexist with our advanced extraterrestrial neighbors.
Negotiations are on with future manned travel to Moon, Mars and so on. There was a reason why Russia and America stopped lunar missions. There was reason why no one dared to travel to Mars on manned mission. There are reasons why the pictures from Apollo mission in Moon look fictitious. Apollo mission was real but it was an eye opener to the space agencies. The extraterrestrials were already in Moon to greet us.
In December 21, 2012 something will change. The world will secretly use the help of the extraterrestrials to avert massive disaster for out civilization. The major Governments may not be able to keep the facts the under the rug any more.
The question remained, is not whether the governments are ready or not but rather, are we ready ?
Read more...
Wednesday, January 14, 2009
Kenapa manusia makan ? nggak makan pun bisa...
Ngomongin manusia dan apa yang dimakan manusia, mau tidak mau akan membawa kita untuk memikirkan desain penciptaan dari yang namanya manusia dan alam semesta.
Hidup adalah tentang perjalanan panjang Evolusi kesadaran diri dari densitas kesadaran yang terendah, densitas elementer (Earth-wind-fire-water) naik ke densitas flora dan fauna, kemudian naik lagi ke densitas Self Counsciouss dimana Manusia menemukan realitas fisiknya (disini mulai tumbuh keinginan atau free will) pada waktunya seiring dengan makin tingginya kesadaran manusia, ia akan naik ke densitas yang lebih tinggi lagi, dimana realitas fisikal mulai kehilangan existansinya dan kita akan masuk ke densitas yang kita sebut saja meta-fisikal atau spiritual, disini kesadaran akan mengarah dari kesadaran diri menjadi kesadaran kolektif, dan kalau kita naik terus ke densitas kesadaran yang lebih tinggi kesadaran "aku" akan melebur ke dalam kesadaran Universal dimana hanya ada satu Identitas...
Lalu ngaruhnya apa ama soal makan-memakan ini?
Simple aja, manusia makan menurut tingkat kesadarannya masing-masing, dan nggak ada yang salah dengan ini, everyone is perfect in their own way...
Dalam survival mode, manusia makan apa saja (sehingga dulu kita diajaran bahwa manusia itu omnivora / pemakan segala) semuanya di hamtam, nggak kenal pantes nggak, hala-haram..pokoke asal perut laper, semua sikat...
Namun ketika kesadaran diri makin tinggi dan interaksi sosial makin intens, manusia mulai memperhatikan pola makannya, disini berbagai ajaran hidup mulai mengajarka memilih makanannya, contoh dalam Islam, ada patokan Halalan Toyyiban, makanlah segala yang halal dan baik, dan makanlah sebelum lapar lalu berhenti sebelum kenyang...
Ketika kesadaran spiritual makin tinggi, makan tidak lagi cukup sekedar halal atau baik, orang yang spiritualnya peka, akan risih jika harus makan yang getaran energinya rendah (segala macam daging), itulah kenapa buddha mengajarkan pantang daging, dalam Islam, Muhammad melihat bahwa masyarakat Arab ketika itu sangat sulit untuk menghindari daging (ingat di gurun pasir lebih mudah piara binatang ketimbang menanam buah atau sayuran) untuk itu secara bijaksana Ia mencari jalan tengah, yaitu dengan mengajarkan makan sekedarnya dan puasa secara rutin...untuk detoksifikasi energi negatif yang dikonsumsi, cara memotong hewan pun dimaksimalkan agar menghasilkan sedikit mungkin energi negatif...
Apakah jika kesadaran spiritualnya makin tinggi kita tidak perlu lagi makan ? dalam artian fisikal ya, tapi dalam arti "makanan spiritual" tidak, dalam densitas yang lebih tinggi makanan yang dikonsumsi tidak lagi harus berupa "fisik", karena esensi dari semua ini adalah Energi, maka sebagai Makhluk yang berupa Energi makanannya pun Energi pula, dan energi ini disupply oleh Creator lewat emanasi Energi Cintanya yang infinite dan unconditional...
Tapi itu cerita lain, sebenarnya sekarang pun ada manusia yang mempraktekkan hidup tanpa makan, hanya bergantung dari energi cinta sang pencipta yang dalam manifestasinya berupa energi matahari...
Coba simak referensi berikut ini :
****
Human Photosynthesis - back to our origins?
An interview with Hira Ratan Manek by Miriam Knight
Hira Ratan Manek was born in 1937 and grew up in Kerala, India, getting his Mechanical Engineering degree from the University of Kerala. After graduation, he joined the family business, which was shipping and spice trading, and continued working there until he retired in 1992. After he retired, he began to study sun gazing, particularly the teachings of Lord Mahavir of the Jains, who practiced this method two thousand six hundred years ago. Since June 1995 HRM has lived on sun energy, water and the occasional cup of tea or buttermilk "for social purposes."
MK: Hira, you stopped eating solid food in 1995 and have baffled the doctors and scientists who have studied you during water fasts of 211 and 411 days. How do you manage it?
HRM: This is an ancient practice based on logic and modern biological science that relys on water and sunlight for energy. This is really photosynthesis taking place in the human body.
MK: Do you feel that we all have the latent ability to do this?
HRM: Everyone…each and every human being! In his autobiography, Yogananda mentions a few people living on sun energy, like Teresa Neumann and Giri Bala, who survived for over 50 years without food or liquid on sun energy alone. Giri Bala would not disclose the technique because she said the world was not ready for it. The humble work that I have done is to study others and disclose these ancient practices. I have not discovered anything.
MK: Why is it that we no longer do it?
HRM: There was a communication gap in the last thousands of years. I don't claim discovery of this practice – only revival. All cultures in the past had this practice. In India it is called suryanamaskar; in Egypt it was the worship of the sun god Ra, and they had pyramids to harness the sun energy; Native Americans had the sungazing dances; Peru had the sun temples like Macchu Picchu; Brazilian and Mexican people had sun god worship. When we say sun worship it is because of the communication gap about how they made use of the sun in olden days. Human beings are so intelligent, that they will not worship anyone unless there is some benefit! They knew how to make use of the sun in their day to day life.
MK: You say this is coming back now because the world needs it.
HRM: Yes, people are fed up with modern medicines to cure their illnesses.
MK: Is it an all or nothing thing or are there increasing benefits from increasing exposure to the sun?
HRM: Yes, there are three divisions. First comes the mental health that you get with three months of gazing at the sun. You must start slowly with 10 seconds and work up to, say, 15 minutes a day, but only within the first hour after sunrise or before sunset. For children you limit it to 5 minutes. You don't have to give up food, just reduce the quantities. And the best health drink is solarized water – leave it in the sun in glass jars. It is even better if you put gemstones in it.
If you do this for six months you get physical health. If you go for nine months, then you get spiritual health also. It is your choice.
What we are scared about nowadays is the ultraviolet effect of sunlight. Modern science has misguided us by referring to UV light at midday. But sunlight doesn't always have the bad ultraviolet. It has been proved that during the first hour after sunrise or before sunset in any part of the world and at any time of the year, there is zero UV.
MK: What happens if you live in a part of the country like Portland where we get a lot of rainy or cloudy days?
HRM: In such a case your success may be delayed, but it will still come. If you are in a tropical country, you make your body a solar chip within two years. Here it may take four years. In the correct hours you can gaze at where the sun should be through the clouds, or later when it comes out you can gaze through a glass window so that the ultraviolet is filtered out to some extent, and you will get some benefit. Success is guaranteed.
MK: What do you mean by mental health?
HRM: Ah, mental health. That is a very big, serious subject the world is facing. We all lack balance of mind and that is why we make blunders. With perfect balance of mind you will start thinking in a positive way – negative thoughts go away. You are full of self-confidence and become fearless in life.
MK: Why does the light bring that kind of effect?
HRM: Because from birth we have infinite powers. Our brain is a supercomputer. We are moving into an age where computers will be a thing of the past. We will be using our "brainuter!" The power we enjoy from birth is the software of this computer. Then our thinking process is the combination of the keyboard and the mouse. Now what this computer lacks is the power supply, and the power supply is the sun energy. After all we know that this generates electricity. This light can enter the brain only through the human eye. The eye is connected directly to the brain – that is a medical fact.
MK: So absorption through the skin isn't relevant?
HRM: It has only a temporary effect. Light needs to be thrown on the eyes to energize the brain, if you want permanency. You see in your region [Pacific NW] how people get the winter blues or seasonal affective disorder without sunlight.
MK: Does that mean that when we go out of mental or emotional balance, our batteries are running low?
HRM: Yes definitely. Our cells need recharging, and they can be recharged like a battery. I am sorry when I hear people are treating these emotional imbalances with antidepressants instead of sunlight.
You need to make your body like a solar chip. Once you do that, and it takes about two years, you can stay in darkness for a while and nothing bad will happen.
MK: Can artificial sunlight, like full spectrum bulbs achieve the same thing?
HRM: Artificial sunlight doesn't have the photons that natural sunlight has. We can never compete with nature.
This practice is very apt for the United States, where obesity is the greatest terror. The best thing for obesity is walking barefoot by the sea on dry, warm sand for 45 minutes in the evening hours and also gazing at the sun. This activates all the 5 main glands through acupressure points. If obesity is not cured you will have very big problems. But people cannot fast and control hunger by themselves.
With sun gazing you are not fasting, because hunger disappears.
Even medical men agree that the body requires only energy, not food.
When we eat plants, we convert food into energy, but it is a secondary source of sun energy. That is why the raw food people say not to cook, because the sun energy will be lost. The energy in non-vegetarian food is even more degraded.
MK: What other effects does sunlight have on health?
HRM: Your body has the mechanism to absorb sunlight directly to the brain and stimulate five important glands. The pineal gland, what we call the third eye, used to be considered useless by medical science.
But it has been scientifically demonstrated, with before and after MRIs, that as the pineal gets activated, more and more neurons regenerate in the brain.
MK: So could this have implications for treating Alzheimers and Parkinsons?
HRM: Definitely! I have a group where the people are getting cured from depression, Alzheimers, Parkinsons - all those things. I had a gentleman who was in a wheelchair. He took only sunbaths for one year and now he is totally OK. Medical science has said that neurons do not regenerate, but they do; and when they regenerate your aging process slows down, your life span increases, also memory and intelligence become superb.
Your body has auto-repair and auto-healing abilities. If your mind thinks that you are improving, you do, but we are negative towards ourselves.
MK: Tell me about the development of the spiritual side after a year of this practice.
HRM: Yes, that is the best thing. Why are we backward in spiritualism?
Because we lack mental health and spiritual balance. We have so many desires, desires... They are killing our physical system and disturbing our peace and world peace.
When you are in perfect balance, positive and fearless, you will not harm other people. What is sin, after all but harming others? When there is no sin, you are in the spiritual kingdom; the best things will come to you automatically. It is simple – don't harm others.
MK: What is the vision that drives you to lecture all around the world?
HRM: Global healing and peace everywhere. There will be no energy crisis because sun energy will never end; no pollution because sun energy never produces pollutants; no obesity and no hunger; no aids and no cancer. All will be mentally, physically and spiritually fit.
Yes, we are moving towards the golden age of satyayuga from the present kaliyuga – from bad to eternal good.
Anybody with questions, doubts or difficulties in understanding is welcome to write to HRM at hiraratanmanek@yahoo.com, or go to his
website: www.solarhealing.com Read more...
Wednesday, January 7, 2009
Creation or Evolution?
Life is hard. Species can die. In fact, the human race would have died long ago if it weren’t for the fact that our bodies are designed to adapt to a constantly changing environment.
Evolution could be called adaption, because the ability to adapt is the one feature that keeps all life upon Earth alive and functioning. In the laboratory, it has been noted that a frog can be heated in a beaker of water to a degree that would normally be fatal, but it remains alive because it has had the time to adapt to the increasing temperature. Had the frog been suddenly exposed water of such high temperature, it would have been unable to survive.
Charles Darwin, the pioneer of evolution theory, was a trained minister of religion as well as a naturalist. He thought long and hard about releasing his findings about the natural evolution of the species because he was keenly aware of the materialistic element in society which would use this information against religion. He was right, of course.
Others used his work to claim that there was no need for divine selection when natural selection occurs automatically.
They have since gone on to claim that all life could have risen from prehistoric sludge completely by accident. What they don’t even begin to explain, however, is the existence of consciousness in all of this.
Consciousness is necessary for natural selection and adaption to occur. If you move from a hot climate to a cold climate, you will adapt to the new environment, but first you had to have the consciousness to decide upon the move.
What is consciousness? It is certainly more than a few electrical signals bouncing around inside a brain.
Computers can mimic some limited aspects of the brain such as human logic, but they are not self-aware.
There isn’t a computer in the world that can think for itself. Computers just follow sets of preset rules, and they do so as quickly as possible.
Beneath all forms of consciousness is awareness. A sense of being is fundamental to all life because all life is constructed from consciousness. Even a solid object like a rock is composed of original thought and original feeling set into motion. All of life is contained within the consciousness of the original Creator, including the prehistoric sludge from which the first biological cells were formed.
Materialistic science today is in a cul-de-sac.
There is no way forward for branches of science which fail to include consciousness in their theories.
Consciousness is the most fundamental aspect of life.
You can’t have a universe without it.
Human beings were originally designed and then evolved within the framework of a conscious universe, one created and developed by the original Creator. It took billions of years for planets to form and biological life to emerge and evolve, but remember this.
Time is a creation of the Creator. The Creator does not have to wait billions of years to see a biological process emerge.
Everything happens in the now, just in different parts of the tapestry of time, which the Creator sees as a whole.
The whole design, inception, development and evolution of the universe are happening right now, within that overview, as seen by the original Creator. A little tweak here and there along the timeline can produce a perfect rendition of any form of biological life. Life is too interesting to create in one big bang and then just watch it unfold, as if on auto-pilot.
Life is a work in progress, a true work of art, and the Creator has the ability to make adjustments at any point along the timelines.
Science today searches for answers, but what it really needs is a valid search path. Life did not begin by accident.
It began by design. Those branches of science which include the presence of consciousness will find the answers that they seek when they include the existence of original consciousness and intelligent design in their search.
Read more...
Tuesday, January 6, 2009
Selamat Tahun Baru 2009
Walau mungkin sedikit "telat" dikarenakan kesibukan saya, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009, semoga kita semua mendapatkan apa yang kita cita-citakan dan selalu dalam lindungan kasih dan sayang-Nya.
Berbicara tentang pergantian tahun, itu artinya kita berbicara siklus benda-benda langit, termasuk planet tempat kita tinggal, bumi yang merupakan "dasar" penanda akan "satuan" waktu bagi kita.
Satu tahun ditandai dengan satu rotasi penuh bumi mengelilingi matahari. Jika rata-rata umur manusia adalah 70 tahun maka, artinya manusia itu rata-rata hidup selama rentang waktu yang ditempuh bumi untuk 70 kali mengelilingi matahari.
Mungkin rentang waktu itu bagi kita sudah "cukup lama" namun jika dibandingkan dengan kosmos waktu kita dibumi itu ibarat sekejap mata. Sebagai perbandingan, jika kita berada di Jupiter selama 1 kali orbitnya mengelilingi matahari (1 tahun jupiter) maka itu tandanya bumi sudah 12 kali mengelilingi matahari alias 12 tahun sudah berlalu dibumi.
Bandingkan juga dengan Uranus yang memerlukan rentang waktu sama dengan 84 kali bumi mengelilingi matahari untuk menyelesaikan putaran orbitalnya mengelilingi matahari, belum lagi kalau kita melihat pluto yang memerlukan 284 tahun bumi untuk menyelesaikan satu putaran orbitalnya mengelilingi matahari.
Dan tahukah kita jika matahari kita yang kita jadikan "pusat" kehidupan pun mengitari "pusat" yang lebih besar lagi..yaitu pusat galaksi bima sakti, matahari kita mengorbit "matahari-nya" galaksi bima sakti dengan kecepatan 250 km per detik...itupun matahari kita (dan tata surya kita termasuk bumi tentunya) memerlukan waktu 230 juta tahun untuk mengorbit "matahari-nya" galaksi...
Waktu yang untuk ukuran bumi seperti sebuah ke-abadian, namun itupun dihadapan kosmos masih belum apa-apa, kini astronomers menemukan galaksi kita dan jutaan galaksi lainnya mengorbit sebuah pusat universe, tentunya dengan besaran waktu yang sulit kita persepsikan, apalagi kalau mengingat universe mempunya "saudara2" universe yg lain..membentuk satu super-universe...sampai sini saya kehabisan kata2 untuk mendeskripsikan besaran kosmos...tak terperi
Sungguh, dihadapan kosmos, lama waktu hidup kita tak lain hanyalah seperti mimpi...sekejap, sekilas, hampir tak berarti...itulah kenapa seorang bijak mengatakan...Life not counted by how many breath you take, but by dramatic moments that take your breathe away...:)
Selamat Tahun Baru 2009
Read more...
Berbicara tentang pergantian tahun, itu artinya kita berbicara siklus benda-benda langit, termasuk planet tempat kita tinggal, bumi yang merupakan "dasar" penanda akan "satuan" waktu bagi kita.
Satu tahun ditandai dengan satu rotasi penuh bumi mengelilingi matahari. Jika rata-rata umur manusia adalah 70 tahun maka, artinya manusia itu rata-rata hidup selama rentang waktu yang ditempuh bumi untuk 70 kali mengelilingi matahari.
Mungkin rentang waktu itu bagi kita sudah "cukup lama" namun jika dibandingkan dengan kosmos waktu kita dibumi itu ibarat sekejap mata. Sebagai perbandingan, jika kita berada di Jupiter selama 1 kali orbitnya mengelilingi matahari (1 tahun jupiter) maka itu tandanya bumi sudah 12 kali mengelilingi matahari alias 12 tahun sudah berlalu dibumi.
Bandingkan juga dengan Uranus yang memerlukan rentang waktu sama dengan 84 kali bumi mengelilingi matahari untuk menyelesaikan putaran orbitalnya mengelilingi matahari, belum lagi kalau kita melihat pluto yang memerlukan 284 tahun bumi untuk menyelesaikan satu putaran orbitalnya mengelilingi matahari.
Dan tahukah kita jika matahari kita yang kita jadikan "pusat" kehidupan pun mengitari "pusat" yang lebih besar lagi..yaitu pusat galaksi bima sakti, matahari kita mengorbit "matahari-nya" galaksi bima sakti dengan kecepatan 250 km per detik...itupun matahari kita (dan tata surya kita termasuk bumi tentunya) memerlukan waktu 230 juta tahun untuk mengorbit "matahari-nya" galaksi...
Waktu yang untuk ukuran bumi seperti sebuah ke-abadian, namun itupun dihadapan kosmos masih belum apa-apa, kini astronomers menemukan galaksi kita dan jutaan galaksi lainnya mengorbit sebuah pusat universe, tentunya dengan besaran waktu yang sulit kita persepsikan, apalagi kalau mengingat universe mempunya "saudara2" universe yg lain..membentuk satu super-universe...sampai sini saya kehabisan kata2 untuk mendeskripsikan besaran kosmos...tak terperi
Sungguh, dihadapan kosmos, lama waktu hidup kita tak lain hanyalah seperti mimpi...sekejap, sekilas, hampir tak berarti...itulah kenapa seorang bijak mengatakan...Life not counted by how many breath you take, but by dramatic moments that take your breathe away...:)
Selamat Tahun Baru 2009
Read more...
Tuesday, December 30, 2008
The “Change” Enigma – What Change actually?
We all know that the Earth is experiencing global warming, geological and other changes, such as social, political or financial, whether we like it or not. Just read the headlines.
What we may NOT know is the following:
SUN: The Sun’s magnetic field is over 230 percent stronger now than it was at the beginning of the 1900s, and its overall energetic activity has sizably increased, creating a frenzy of activity that continues to embarrass NASA’s official predictions.
VENUS: Venus is now glowing in the dark, as is Jupiter’s moon Io.
EARTH: In the last 30 years, Earth’s icecaps have thinned out by as much as 40 percent. Quite inexplicably, just since 1997 the structure of the Earth has shifted from being slightly more egg-shaped, or elongated at the poles, to more pumpkin-shaped, or flattened at the poles. No one at NASA has even bothered to try to explain this yet. http://www.gsfc.nasa.gov/topstory/20020801gravityfield.html
MARS: The icecaps of Mars noticeably melted just within one year, causing 50-percent changes in surface features. Atmospheric density had risen by 200 percent above previous observations as of 1997.
JUPITER: Jupiter has become so highly energized that it is now surrounded by a visibly glowing donut tube of energy in the path of the moon Io. The size of Jupiter’s magnetic field has more than doubled since 1992.
SATURN: Saturn’s polar regions have been noticeably brightening, and its magnetic field strength increasing.
URANUS: According to NASA’s Voyager II space probe, Uranus and Neptune both appear to have had recent magnetic pole shifts – 60 degrees for Uranus and 50 for Neptune.
NEPTUNE: Neptune has become 40 percent brighter in infrared since 1996, and is fully 100-percent brighter in certain areas. Also, Neptune’s moon Triton has had a “very large percentage increase” in atmospheric pressure and temperature, comparable to a 22-degree Fahrenheit increase on Earth.
PLUTO: As of September 2002, Pluto has experienced a 300-percent increase in its atmospheric pressure in the last 14 years, while also becoming noticeably darker in color.
Everything you have just read is referenced from mainstream media sources, The whole key to mass media control is to ensure that these facts are never seen all at the same time. It becomes “all too weird” once we add in the ever-increasingly stressful socio-political events on Earth, such as a “perpetual war against terrorism,” with the smirking Bush as Wild-West-Messiah-In-Chief playing “Bring ‘em On for Armageddon,” along with the fulfillment of many other ancient prophecies, including those of the Judeo-Christian Bible.
Energetic conditions are now being created in our Solar System that accelerate both physical and conscious processes at the same time. The physical processes,such as the “Earth changes” that are actually occurring throughout the entire Solar System, aren’t hard to see. They can easily be measured with our instruments and studied scientifically. We can and will nail down the cycles of time that drive these events, and how they work. The conscious processes that occur in the collective body of human thought can also be measured with the blunt movements of financial markets between the extremes of joy and fear, buying and selling – which will prove to be remarkably in tune with outside astrophysical factors. We will also see historical events that repeat themselves in remarkably similar fashions over certain cycles of time, such as 2160 years.
In addition, certain cycles perfectly connect physical and conscious processes together – such as finding an outside energetic cause that simultaneously creates massive earthquakes, explosions of nearby stars, collapsing of bloated empires, formation of new societies from the ashes, relatively exact increases in the size of the world’s population by a simple mathematical function, the development of new calendar systems for measuring time and the arrival of great spiritual teachers for humanity. This can be thought of as a spiraling energetic structure of time that is imploding into a point of “singularity” in our near future – a point of final spiritual transformation, if you will, the shedding of the old ways and the adaptation of the New Heaven and New Earth. Better yet, this cycle was found in a very ancient source, more than three thousand years before the birth of Jesus.
The conscious processes in our own lives are much more subtle, and that is where we firmly enter the arena of choice. We can either choose to move through the often-shattering experiences of love and trust, or shut them down in fear and hate to avoid any further (apparent) damage. We have every right to continue to be blind to the suffering of others, and focus only on our own needs, attempting to manipulate and control others for our own gain. However, if we make this choice, the energetic conditions that surround us at this time will make our lives harder and harder and harder. We get to learn by experience that we will keep getting smacked around until we surrender to love for others and for ourselves. Elaborate plans for an imperial “New World Order” will crumble into dust, the funding for these initiatives completely evaporated as a byproduct of these changes, as have all previous empires collapsed as each notch of this “imploding spiral of time” is reached. It feels like a form of spiritually-invoked abuse at first, but it is the simple byproduct of the law of cause and effect, once properly understood – and all is happening for a Divine purpose.
As these energetic conditions continue to increase, they will indeed reach a final “point of no return,” a moment of spontaneous quantum evolution, a process known as "Ascension" of the planet Earth to a new set of conditions, New Earth. As I said, this point ultimately does not matter, even though we do have a “smoking gun” that can nail it down to within about a two-year window. We have been told by sources such as The Law of One that if we have not done the work on ourselves that these current energetic conditions can produce, we will simply be transported to a new and different Earth to pick up where we left off once the “shift” happens.
If we do choose to shift, and cry, and grow, and love, we shall live to see the day when every tear that we have shed is an investment in the new being that we shall metamorphosize into, as the Earth completes its own conscious evolution. There are definite dividends to these investments, as what we will have is a world that will apparently be 100 times more harmonious than what we are living in now, with the abilities of the greatest masters at ourfingertips. There will still be plenty of work to do, but we will have crossed a major hurdle and will actually live in this “dream world.” For now, we can choose today to make shifts in ourselves that bring Heaven to Earth, and allow us to live in the glory, grace and trust that has been prepared for us since time immemorial, on the inevitable spiraling path back into Oneness.
Read more...
Thursday, December 25, 2008
Kisah Besar Tak-terceritakan Dibalik Perayaan 25 Desember
Pada hari ini tanggal 25 Desember 2008, seperti halnya “25 Desember” lain setiap tahunnya, dimulai sejak tahun 325 Masehi, dunia merayakan hari Natal hari yang diyakini sebagai tanggal lahirnya Yesus Kristus sang juru selamat. Namun, dibalik itu sesungguhnya ada kisah besar yang tidak diceritakan dibalik perayaan 25 Desember dan segala sesuatu diseputarnya, dan tulisan berikut ini akan bercerita tentang kisah tersebut.
Kisah ini dimulai dengan Matahari. Sebuah bintang di pinggir galaksi Bima Sakti dengan beberapa planet yang mengorbit mengitarinya merupakan obyek yang paling dikagumi, dipuja, disembah dan dieluk-elukan sepanjang sejarah manusia. Berbagai artifak arkeologis yang berasal dari puluhan ribu tahun sebelum Masehi penuh dengan berbagai ukiran, pahatan dan tulisan yang mengabadikan penghormatan dan pemujaan manusia kepada Matahari.
Hal tersebut mudah difahami karena dengan munculnya mentari setiap pagi, kita dapat melihat dengan cahayanya, kita dapat merasakan kehangatan sinarnya serta memberikan rasa aman dan menyelamatkan manusia dari gelap, dingin dan para pemangsa yang sering berkeliaran di malam hari.Tanpa kehadiran sang mentari, kebudayaan kuno menyadari bahwa benih tanaman tak dapat tumbuh dan kehidupan di muka bumi tidak akan dapat bertahan hidup.
Begitu dalamnya pemahaman mereka akan matahari, mereka juga mengikuti pergerakan matahari dan hubungannya dengan bintang-bintang sehingga mereka bisa menggunakannya untuk panduan arah dan petunjuk untuk mengantisipasi dan mengenali kejadian alam yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti datangnya gerhana, bulan purnama, musim kering ataupun musim salju hanya dengan mempelajari susunan bintang atau konstelasi benda langit.
Kumpulan berbagai rasi bintang inilah yang dikenal dengan zodiak, yang merupakan gambaran, konsep paling kuno yang dikenal dalam sejarah manusia. Penamaan sistem ini dengan Zodiak, berhubungan dengan proses personifikasi dari rasi-rasi bintang tersebut dengan figur tertentu seperti manusia atau binatang. Zodiak menggambarkan perjalanan “imajiner” dari sang matahari melewati 12 rasi bintang utama dalam periode waktu satu tahun rotasinya. Sistem zodiak ini juga merefleksikan 12 bulan setahun, 4 musim, titik balik matahari dan equinox, masa dimana waktu siang dan malam hari itu sama panjangnya.
Dengan kata lain, peradaban kuno tersebut tidak hanya mencatat pergerakan matahari dan bintang, namun juga mempersonifikasikannya melalui mitos menyangkut pergerakan dan hubungan antar benda-benda langit. Sang mentari, dengan karakternya sebagai pemberi dan pelestari kehidupan di muka bumi dipersonifikasikan sebagai perwakilan dari pencipta-tak-terlihat atau dewa atau Tuhan. Begitupun ke-12 rasi bintang yang mewakili “tempat” yang dilewati “Dewa Matahari” dan diidentifikasikan dengan nama-nama, biasanya menurut elemen dari alam yang menonjol pada waktu tertentu, misalnya Aquarius si pembawa-air yang merupakan pertanda mulainya hujan musim semi.
Pada jaman Mesir Kuno sekitar 3000 SM, kebudayaan mesir memuja dewa matahari yaitu Horus. Dari tulisan kuno mesir kita mengetahui bahwa Horus sebagai sang surya, sang cahaya mempunyai musuh yang dikenal dengan nama Set, dimana Set diceritakan sebagai sang kegelapan. Sehingga “ceritanya” adalah, tiap pagi Horus akan memenangkan pertempuran melawan Set, dan di malam harinya Set akan mengalahkan Horus untuk kemudian melemparkannya ke dunia-bawah, pendek kata cerita tipikal akan terang vs gelap dan baik vs jahat.
Secara ringkas cerita tentang “kehidupan” Horus adalah sebagai berikut: Horus lahir tanggal 25 Desember, dari seorang perawan (virgin) Isis-Meri. Kelahirannya dibarengi dengan kemunculan bintang di sebelah timur, dan 3 orang raja akan mengikuti bintang itu untuk menemukan lokasi si juru selamat yg baru dilahirkan itu. Pada umur 12 tahun Horus sudah menjadi guru, dan pada umur 30 dibaptis oleh seorang bijak bernama Anup untuk kemudian mendirikan dan menyebarkan ajarannya sendiri.
Horus mempunyai 12 orang murid yang menemaninya dalam perjalanan, melakukan berbagai keajaiban seperti mengobati orang yang sakit parah dan berjalan diatas air. Horus juga dikenal dengan berbagai nama julukan seperti, sang kebenaran, sang cahaya, anak pilihan Tuhan, sang penggembala dan banyak lagi yang lainnya, setelah dikhianati muridnya Typhon, Horus disalib dan dikubur selama 3 hari sebelum hidup kembali.
Karakteristik dan atribut dari Horus ini, entah itu asli atau tidak nampaknya meliputi hampir seluruh kebudayaan manusia di muka bumi, karena banyak “dewa” lainnya yang ditemukan di berbagai budaya di belahan dunia lainnya yang memiliki struktur mitologi umum yang sama.
Ribuan tahun yang lalu di wilayah yang sekarang merupakan wilayah Ankara, Turki, sebuah peradaban yang disebut Phyrigia mempunyai seorang Dewa bernama Attis,yang lahir dari perawan Nana pada tanggal 25 Desember, mati disalib, dikuburkan dan setelah 3 hari, hidup kembali.
Di India kuno, Dewa Krisna lahir dari perawan Devaki dengan bintang di timur yang menandai kedatangannya, melakukan banyak keajaiban dan menyusul kematiannya bangkit dari kuburnya untuk hidup kembali.
Di Yunani kuno, mereka memuja Dionysus, lahir dari seorang perawan pada 25 Desember, dan merupakan seorang guru yang melakukan perjalanan dan melakukan banyak keajaiban seperti mengubah air menjadi anggur, ia disebut dengan “Raja segala raja”, “Anak pilihan Tuhan”, “Awal dan Akhir” dan setelah kematiannya, bangkit hidup kembali.
Di Persia, ribuan tahun yang lalu mereka memuja Mithra, yang lahir dari seorang perawan pada 25 Desember, punya 12 pengikut, melakukan keajaiban, dan 3 hari setelah kematiannya hidup kembali, dikenal juga dengan berbagai sebutan yaitu “sang kebenaran”, “sang cahaya”, lebih menarik lagi hari suci untuk melakukan pemujaan dan penyembahan kepada Mithra adalah hari Minggu.
Kenyataan bahwa dunia ini memiliki banyak cerita tentang juru selamat dari berbagai tempat, pada berbagai periode waktu berbeda namun memiliki “kerangka cerita” yang sama, sangat mengejutkan. Namun satu pertanyaan besar tetap muncul, kenapa kerangka ceritanya harus spt itu? Kenapa harus lahir dari perawan pada 25 Desember? Kenapa harus mati 3 hari dulu baru hidup kembali, kenapa harus 12 pengikut? Untuk mengetahuinya mari kita pelajari “solar messiah” terbaru yang kita kenal di jaman modern ini.
Yesus sang kristus lahir dari perawan Mary pada 25 Desember di Bethelehem, kelahirannya ditandai oleh kemunculan bintag di langit timur, yang diikuti oleh 3 orang raja atau pendeta yang kemudian merayakan kelahiran sang juru selamat baru. Ia menjadi guru anak-anak pada usia 12 tahun, dan pada usia 30 tahun dibaptis oleh John si pembaptis untuk kemudian mulai menyebarkan ajarannya. Yesus mempunyai 12 murid yang menemani perjalanannya, dan melakukan berbagai keajaiban seperti menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati dan berjalan di ataas air. Yesus juga dikenal dengan sebutan “Raja para raja”, “Anak Tuhan”, “Sang cahaya dunia”, “sang awal dan akhir” juga berbagai nama julukan lainnya. Setelah dikhianati muridnya, Judas dan dijual seharga 30 uang perak, ia disalib, disemayamkan dalam sebuah makam dan setelah 3 hari bangkit hidup kembali untuk naik ke surga.
Pertama-tama yang harus kita sadari, prosesi kelahiran dari semua cerita tentang para juru selamat sepenuhnya merupakan fenomena astrologi. Bintang di langit timur adalah Sirius, bintang paling terang di langit malam, yang setiap tanggal 24 Desember akan segaris dengan 3 bintang paling terang di rasi bintang yang dikenal dengan nama “Sabuk Orion”. Ketiga bintang terang di rasi sabuk orion inilah yang oleh kebudayaan kuno disebut dengan “Tiga Raja”.
Posisi “Tiga Raja” dengan bintang Sirius ini pada 24 Desember malam akan membentuk garis yang menunjuk pada sebuah arah “dimana matahari akan terbit” pada 25 Desember pagi harinya. Itulah kenapa digambarkan bahwa “Tiga Raja” mengikuti “Bintang di Timur” untuk menemukan lokasi terbitnya matahari – Kelahiran sang Surya, sang Cahaya dunia.
Sang perawan Mary adalah rasi bintang Virgo—sang perawan, karena dalam bahasa latin virgo berarti perawan. Simbol untuk Virgo menurut budaya kuno adalah aksara “M” dengan sedikit gubahan, itulah kenapa muncul penamaan Mary yg bersama ibu-ibu perawan lainnya telah melahirkan berbagai juru selamat, seperti isis-Meri yg melahirkan Horus, atau Myrrha yang melahirkan Adonis, atau Maya yang melahirkan Buddha semua punya aksara “M” sebagai huruf depand dari nama mereka.
Virgo juga dikenal dengan “Rumah dimana roti dibuat” – House of Bread, dimana representasi dari Virgo adalahs seorang wanita membawa roti, dimana merupakan simbolisasi dari musim panen gandum pada bulan Agustus dan September. Pada kenyataannya kata Bethlehem yg merupakan nama yang diberikan pada sebuah kota di timur tengah jika diterjemahkan secara literatur adalah “House of Bread”, jadi bethelehem sebenarnya referensi budaya kuno untuk menunjukkan rasi bintang Virgo, sebuah tempat di langit dan bukan di bumi.
Masih ada fenomena menarik lainnya yang terjadi sekitar akhir desember dimana titik balik matahari pada musim dingin terjadi. Titik balik merupakan fenomena alam dimana bumi berada pada posisi sangat miring terhadap matahari, sehingga ada salah satu belahan bumi yang lebih condong kepada matahari dan belahan bumi lainnya lebih jauh dari matahari. Jadi selain berotasi pada porosnya, bumi juga mirang-miring terhadap garis lintasan orbitnya mengelilingi matahari, sehingga membuat belahan bumi di utara dan diselatan kadang mengalami siang hari yg lebih panjang dan malam hari pendek, atau sebaliknya siang hari lebih pendek dan malam hari panjang tergantung posisi kemiringan belahan bumi tersebut terhadap matahari.
Periode dari titik balik matahar di musim panas ke titik balik matahari di musim dingin membuat hari-hari menjadi lebih pendek dan bertambah dingin. Dari perspektif orang-orang di belahan bumi utara, sang surya akan terlihat bergerak ke arah utara, makin mengecil, makin jauh dan makin jarang terlihat. Memendeknya waktu siang hari dan berakhirnya masa tanam benih mendekati masa titik balik matahari di musim dingin, bagi kebudayaan kuno merupakan simbolisasi akan proses kematian. Kematian sang surya.
Pada 22 Desember, “kejatuhan” sang surya secara penuh akan tampak. Karena sang surya, setelah bergerak terus menerus ke arah selatan selama 6 bulan (akibat rotasi ditambah mirang-miringnya bumi terhadap mataharai) akan mencapai titik terendahnya yang dapat terlihat dilangit. Nah pada titik balik inilah terjadi hal yang menarik, matahari “berhenti” bergerak ke selatan, paling tidak “terlihat seakan-akan berhenti” selama 3 hari, dan selama masa “berhenti” ini matahari akan berada di dekat sekali dengan rasi bintang Salib Selatan.
Setelah masa tiga hari tersebut, pada tanggal 25 Desember pergerakan bumi akan membuat matahari terlihat mulai “bergerak” yaitu sebanyak satu derajat, namun kali ini ke arah yang berlawanan, yaitu ke utara, menandakan datangnya musim semi dimana hari-hari menjadi lebih panjang dan lebih hangat. Itulah kenapa dikatakan : Sang surya “mati” di “salib”, terkubur selama 3 hari untuk kemudian bangkit hidup kembali.
Perilaku matahari yang “mati pada penyaliban--3 hari terkubur--dan konsep kebangkitan kembali” itulah yang ditamsilkan pada semua cerita akan “sang pembawa cahaya” seperti halnya Yesus sang kristus atau para “dewa matahari” ribuan tahun yang lalu. Itu adalah periode transisi matahari sebelum berganti arah ke belahan bumi utara, membawa musim semi, kehangatan yang dapat diartikan juga membawa “keselamatan”.
Walau begitu, kebudayaan kuno tidak merayakan kebangkitan matahari sampai datangnya equinox (masa dimana panjangnya waktu siang hari sama dengan waktu malam hari) di musim semi, yaitu pada hari yang kini dirayakan sebagai hari paskah. Itu karena pada keesokan harinya setelah paskah, sang surya secara “resmi” mengalahkan sang kegelapan, karena lamanya waktu siang hari akan lebih panjang dari waktu malam hari, dan proses revitalisasi berbagai kehidupan di muka bumi mulai bermunculan.
Satu lagi simbolisme astrologi yang paling kentara sekitar certa sang pembawa cahaya adalah tentang tipikal keberadaan 12 orang murid atau pengikut. Ini hanyalah representasi dari 12 rasi bintang dalam sistem zodiak, yang sang surya, matahari terlihat “mengembara” melewati dan bersama rasi-rasi bintang tersebut.
Kebudayaan kuno menyimbolkan perjalanan matahari itu dalam bentuk “Salib Zodiak” yang bukan hanya merupakan ekspresi artistik akan perjalanan hidup “imajiner” sang Mentari atau alat untuk melacak pergerakan matahari namun juga merupakan simbol spritual mereka. Bentuk ringkas “Salib Zodiak” ini mirip dengan lambang salib yang digunakan untuk umat kristiani sekarang ini, namun ribuan tahun yang lalu di kebudayan pemuja Matahari, mereka sudah menggunakan simbol tersebut dalam kepercayaan dan ritual mereka memuja sang Surya, sang pembawa Cahaya.
Dari banyak kiasan astrologi dan astronomi yang ada di dalam Injil, yang paling penting adalah yang berhubungan dengan pengungkapan adanya suatu “zaman” tertentu. Untuk mengerti hal ini kita harus kembali mempelajari tentang equinox. Kebudayaan Mesir kuno, dan berbagai kebudayaan sebelum mereka sejak dahulu mengetahui bahwa setiap sekitar 2150 tahun, matahari yang terbit pada waktu equinox di musim semi akan berada pada rasi bintang yang berbeda dari sistem zodiak, hanya saja urutan rasi bintang yang dilewati matahari setiap 2150 tahun ini berkebalikan dengan urutan yg dilewatinya dalam siklus satu tahunan.
Fenomena ini disebut “precession of equinox” dan ternyata para kebudayaan kuno itu telah memahai hal ini sejak lama.
Waktu yang dibutuhkan oleh fenomena ini untuk mengelilingi seluruh 12 rasi bintang adalah sekitar 25.765 tahun yang disebut dengan Siklus Besar dan setiap periode 2150 tahun dari tiap rasi bintang disebut sebagai sebuah “Zaman” di banyak kebudayaan kuno di muka bumi.
Dari tahun 4300 SM – 2150 SM, merupakan masa atau Zaman Taurus, sang sapi jantan. Sedangkan periode dari tahun 2150 SM – 1 M adalah Zaman Aries, sang Domba dan periode dari tahun 1 M – 2150 M adalah Zaman Pisces, sang Ikan, zaman dimana kita masih berada sekarang ini dan sekitar tahun 2150 kita akan memasukin “Zaman Baru” yaitu Zaman Aquarius, sang pembawa air.
Pergerakan simbolis melewati 3 Zaman dan ramalan akan zaman yg keempat itulah yang direfleksikan dalam Injil. Tercatat di perjanjian lama bahwa Musa setelah turun dari gunung sinai dan mendapatkan 10 perintah, sangat marah ketika mendapati kaumnya menyembah sosok sapi emas. Penafsiran umum bahwa kemarahan Musa itu disebabkan bahwa kaum Isrel mengangkat sesembahan yang salah atau semacamnya, namun sebenarnya sapi emas itu adalah simbol Taurus sang sapi jantan, dan Musa merupakan pembawa Zaman baru, zaman Aries, sang domba. Itulah kenapa kaum yahudi sekarang ini masih membunyikan trompet dari tanduk domba, sebagai perlambang kedatangan zaman Aries yang ditandai kemunculan Musa dan seiring dengan kedatangan zaman baru, semua orang harus meninggalkan zaman lama. Sosok juru selamat lainnya sebelum masa kristiani juga menyimbolkan proses transisi yang sama, yaitu ketika sang penyelamat membunuh sang domba jantan, simbologi yang sama persis dengan perbedaan hanya pada detil-detil kecil yang tidak penting.
Sedangkan Yeseu merupakan figur yang menandai datangnya zaman baru setelah zaman Aries, yaitu zaman Pisces, sang 2 ikan yang disimbolkan dengan sangat banyak di dalam kitab perjanjian baru. Seperti “Yesus memberikan makan pada 5000 orang dengan roti dan 2 ikan”, ketika memulai ajarannya Yesus berteman dengan 2 pemancing ikan, dan secara esensial tahun yang diasumsikan sebagai kelahiran Yesus adalah tahun yang menandakan datangnya zaman Pisces.
Dalam Luke 22:10 ditanya oleh muridnya tentang kapan waktu perayaan berikutnya, Yesus menjawab : “Perhatikanlah oleh kalian ketika kalian masuk ke kota, disana ada seorang laki-laki membawa kendi air, ikutilah ia sampai kedalam rumah yang dimasukinya “. Text perjanjian baru ini merupakan pengungkapan paling jelas akan simbolisasi astrologi. Laki-laki pembawa kendi air adalah Aquarius, sang pembawa air yang selalu digambarkan dalam astrologi sebagai seorang pria menuangkan air dari sebuah kendi.
Aquarius melambangkan zaman setelah zaman Pisces, dan ketika sang surya meninggalkan zaman pisces, ia akan masuk ke zaman Aquarius karena itulah urutan rasi bintang yang “singgahi” matahari saat “precision of equinox” setiap 2150 tahunnya.
Namun kita juga mendengar tentang ramalan akan datangnya “akhir dunia”, dimana ide utamanya berasal dari penterjemahan akan ayat di Injil Mathhew 28:20 dimana Yesus dikabarkan berkata “Aku akan bersama kalian bahkan sampai akhir dunia”, tetapi pada Injil versi King James, kata “dunia” merupakan kesalahan terjemahan diantara banyak kesalah terjemahan lainnya.
Kata asli yang digunakan sebenarnya adalah “aeon” yang lebih tepat berarti “zaman” dan bukan dunia atau bumi. Penterjemahan tersebut ternyata benar adanya, karena Yesus sebagai personifikasi zaman Pisces akan bersama kita hingga akhir zaman—zaman Pisces, dan baru akan berakhir ketika sang surya memasuki zaman “baru” berikutnya, yaitu zaman Aquarius, sang pembawa air.
Menyimak kerangka cerita dari para juru selamat ini kita akan menemukan bahwa kemiripan dari satu kisah dengan kisah lainnya sangat mencengangkan, seperti kita melihat karya satu orang dijiplak beberapa kali oleh orang lain. Sebagai contoh, kisah tentang dewa matahari Mesir, Horus yang terukir sekitar 3500 tahun yang lalu di dinding kuil Luxor di mesir, menggambarkan serangkaian prosesi dimulai dengan pengungkapan kepada perawan Isis-Meri bahwa ia akan mengandung Horus, pembuahan ajaib di rahim Isis oleh Neft sang ruh suci, hingga prosesi kelahiran sang pembawa cahaya dan perayaannya.
Begitu pula kisah tentang Nuh dan Bahteranya, konsep akan adanya Banjir Besar ditemukan ada di mana-mana disepanjang sejarah kuno manusia, tak kurang sekitar 200 lokasi mengklaim peristiwa tersebut terjadi pada suatu waktu yang lampau. Salah satu sumber yang paling dekat dengan masa pre-kristiani adalah Epos Gilgamesh, diukir pada 2600 SM, epos ini menceritakan Banjir besar yang dikirimkan Tuhan, lalu ada Bahtera untuk menyelamatkan para binatang kedalamnya, semua sangat mirip dengan kisah Nuh dalam Injil.
Kisah tentang Musa juga berbagai kesamaan, yaitu bahwa ia ketika dilahirkan dihanyutkan didalam keranjang di sebuah sungai untuk menghindari pembunuhan anak bayi yang dilakukan penguasa saat itu, dan kemudian ia akan diselamatkna oleh seorang keluarga kerajaan dan dibesarkan sebagai seorang pangeran. Kisah tentang bayi dalam keranjang yang dihanyutkan ini diambil dari mitos Sargon dari Akkad, ditulis sekitar tahun 2250 SM, Sargon dihanyutkan dalam keranjang ketika lahir, dan diselamatkan oleh Akki, selir seorang raja.
Lebih jauh dari itu, Musa dikenal sebagai pembawa Aturan, pembawa 10 perintah Tuhan, namun ide tentang seperangkat aturan dan perintah dari Tuhan diberikan pada seorang pembawa berita di sebuah gunung juga merupakan “modus klasik”. Dalam sejarah mitologi, Manou dari India adalah pembawa aturan paling terkenal, di Crete, Yunani, Minos mendaki gunung Dicta dimana Zeus memberinya aturan dan perintah dewata, sementara di Mesir, Mises membawa turun perintah Tuhan yang tertulis pada sebuah kepingan batu.
Meyinggung perihal 10 perintah-Tuhan Musa, kesemuanya diambil dari uraian no. 125 dari “Egyptian Book of the Dead”, Buku sang kematian dari Mesir. Apa yang tertulis di buku itu sebagai kalimat “Aku tidak mencuri” menjadi “kamu tidak boleh mencuri”, “Aku tidak membunuh” menjadi “kamu tidak boleh membunuh” dan “Aku tidak berbohong” menjadi “kamu tidak boleh bersumpah palsu” demikian seterusnya.
Nampaknya kepercayaan mesir kuno adalah fondasi utama dari teologi yahudi-kristiani. Pembaptisan, hidup setelah mati, hari pengadilan, lahir dari seorang perawan, kebangkitan kembali, penyaliban, bahtera, juru selamat, banjir besar, paskah, natal dan banyak hal lainnya merupakan atribut-atribut dari kepercayaan pemuja matahari Mesir kuno, jauh sebelum masa kemunculan teologi yahudi-kristiani.
Apakah itu berarti figur yang dikenal sebagai Yesus itu hanyalah figur mitologi dan secara historis tidak pernah ada? Well...jawabannya ada di tangan anda masing-masing, yang jelas diluar dari keterangan yang ada dalam kitab-kitab agama, belum ada catatan sejarah lain yang meyakinkan akan keberadaan Yesus secara historis.
Tentunya untuk seorang besar yang bangkit dari kuburnya, naik ke langit dihadapan banyak orang, dan mampu melakukan banyak keajaiban, kita akan berharap ia akan masuk ke dalam catatan sejarah yang akan banyak ditulis orang, bila perlu masuk buku rekor semacam “Guiness book of records”, namun nyatanya tidaklah demikian, dokumen historis tentangnya belum pernah ada sampai sekarang.
Kiasan berupa personifikasi didalam sebuah cerita, kisah, legenda ataupun mitologi sebenarnya hanyalah penyederhanaan dari sebuah realitas yang coba di komunikasikan, sebagai “alat” mitologi tidak mempunyai nilai intrinsik akan baik atau buruk, negatif atau positif didalam eksistensinya, manusialah dengan segala motifnya, yang bertanggung jawab dalam penciptaan dan penggunaan kisah ataupun mitologi tersebut.
Seperti halnya yang terjadi pada sekitar tahun 325 M di Roma, kaisar constantine mengadakan rapat “konsili Nicea”, yang mana ketika itu disadari adanya kebutuhan dari kekuatan politis yang berkuasa saat itu untuk memilik “alat kontrol sosial” guna mengendalikan masyarakat banyak. Hasil dari pertemuan tersebut adalah disusunnya sebuah doktrin kristiani dengan figur sentral Yesus yang merupakan adaptasi dari “Old Testament”, perjanjian lama dengan figurnya Joseph.
Salah satu modus utama dari adaptasi mitologi adalah aspek pengalihan atribut seorang karakter kepada karakter yang baru dalam kisah yang akan disususun. Dalam Old Testament, dikisahkan Joseph dilahirkan secara ajaib dari rahim seorang perawan. Yesus dilahirkan secara ajaib dari rahim seorang perawan. Joseph memiliki 12 saudara, Yesus memiliki 12 murid. Joseph dijual untuk 20 keping perak. Yesus dijual untuk 30 keping perak. Joseph dikhianti oleh saudaranya Judah, Yesus dikhianati oleh muridnya Judas. Joseph memulai ajarannya pada usia 30, Yesus memulai ajarannya pada usia 30, begitu seterusnya.
Sejak kemunculan doktrin kristiani yang dilandasi motif politis itulah, institusi dan otoritas keagamaan diciptakan, dan sejak saat itu hingga 1600 tahun kemudian, institusi ini menguasai cengkraman politisnya diseluruh eropa, mengontrol umat kristiani melewati “masa kegelapan”, masa perang salib dan perang dunia, kesemuanya merupakan masa-masa pertumpahan darah dalam sejarah manusia.
Doktrin politis keagamaan inilah yang memberikan eksistensi bagi institusi keagamaan, sebagai otoritas tertinggi yang secara sepihak mengklaim kepemilikan atas “hak dan wewenang” untuk menentukan “kebenaran” dan menuntut kepatuhan total, ketaatan buta dari umatnya kepada otoritas keagamaan.
Kiasan, kisah dan mitologi digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan picik dan egois manusia, dalam bentuk doktrin kaku yang berfungsi untuk memecah belah manusia, dengan menjanjikan pengikutnya bahwa mereka ada di jalan yang paling benar, jalan satu-satunya menuju keselamatan, untuk kemudian mengendalikan mereka melalui institusi keagamaan guna mencapai motif-motif egoistis mereka sendiri.
Sistem keagamaan institusional seperti ini merupakan sabotase terbesar sepanjang zaman, karena sistem ini mereduksi tanggung jawab manusia, karena dengan alasan Tuhan mengendalikan semua hal, kejahatan kemanusiaan berat seperti pembunuhan, perbudakan dan penjajahan dapat dibenarkan “atas nama Tuhan” atau “atas perintah Tuhan” untuk menyebarkan “pesan Ilahi”.
Lebih penting lagi, hal tersebut memberikan kekuasaan yang sangat besar bagi mereka yang mengetahui realitas dibalik kisah-kisah tersebut, namun menggunakannya untuk memanipulasi dan mengendalikan masyarakat. Selama masyarakat awam terlelap dalam apatisme, masa bodoh, tidak pedulian dan para kaum terpelajarnya membuang karunia dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan berupa akal dan hati untuk berfikir mendalam, merenungkan dan mengkontemplasikan cara hidupnya dan malah menggantinya dengan taklik buta, dan ketaatan tanpa syarat pada institusi agama, selama itu pula “perbudakan” psikologis manusia, sabotase kemanusiaan tersebut akan terus terjadi.
Menutup tulisan ini, saya akan kutipkan sebuah kalimat sederhana yang dapat dijadikan petunjuk bagi kita bersama untuk dapat keluar dari lingkaran manipulatif yang telah di-install dalam kehidupan kita sekarang ini, yaitu : “seek, and you will find it—and the truth will set you FREE !!!
Read more...
Wednesday, December 24, 2008
Penampakan UFO?
Belum lama ini kita dihebohkan oleh berita yang disiarkan oleh SCTV mengenai informasi dari salah seorang warga di daerah Ciledug tentang penampakan benda terbang bercahaya terbang diatas langit diwilayah Ciledug, Jakarta Selatan dan dicurigai sebagai pesawat UFO.
UFO sendiri merupakan singkatan dari Unidentified Flying Object yang artinya “benda terbang tak dikenal” dan merupakan istilah yang populer pada 1950an ketika suatu penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat secara resmi melakukan suatu pengumuman atas hasil penyelidikan mereka akan laporan yang masuk tentang fenomena penampakan benda terbang bercahaya tersebut.
Sebelumnya di tahun 1940an sudah banyak laporan yang masuk ke pemerintah Amerika akan penampakan benda-benda tersebut dan media massa menyebutnya dengan istilah benda terbang tidak dikenal, atau pesawat tak dikenal, namun laporan tersebut mulanya tidak mendapatkan cukup respon sampai sebuah benda terbang tersebut dikabarkan jatuh disebuah wilayah di Amerika Serikat, peristiwa yang dikenal dengan Roswell incident dan area tempat benda terbang itu dikabarkan jatuh dikenal sampai dengan sekarang dengan sebutan area 51.
Insiden Roswell memicu keinginan publik Amerika yang sangat besar, berbagai laporan muncul dari hampir seluruh pelosok Amerika akan penampakan benda-benda terbang tersebut, hingga akhirnya kongres tidak dapat mengabaikan fenomena tersebut dan membentuk tim pencari fakta. Tim inilah yang kemudian secara resmi mulai menggunakan istilah UFO untuk benda terbang bercahaya yang dilaporkan banyak dilihat oleh berbagai saksi mata. Meski hasil penyelidikan mereka membantah bahwa UFO itu berasal dari luar angkasa dan mengklaim bahwa itu hanyalah sebuah pesawat percobaan militer namun keingintahuan publik atas fenomena UFO itu sendiri tidak berhenti sampai disitu.
Begitu mendunianya fenomena UFO sehingga segala sesuatu yang bersifat “tidak biasa” sekarang ini selalu di identikkan dengan UFO atau makhluk asing, atau alien, seakan-akan makhluk atau benda terbang ini sesuatu yang “baru” dalam kehidupan manusia.
Kita lupa bahwa sebutan UFO itu sendiri sebenarnya diberikan oleh pemerintah dan media di Amerika akan sesuatu yang “tidak bisa diidentifikasi” oleh budaya dan pengetahuan mereka, dan sesuatu yang tidak-bisa-diidentifikasi oleh kebudayaan Amerika bukan berarti seluruh budaya dan pengetahuan dari bangsa lain tidak bisa meng-identifikasi hal yang sama, bukan begitu?
Sebaliknya justru berbagai budaya dan pengetahuan kuno dari berbagai belahan dunia mencatat berbagai “kontak” dengan suatu makhluk diluar ras manusia walau dengan berbagai istilah yang berbeda-beda tergantung bahasa mereka masing-masing.
Contoh paling mudah adalah pengetahuan manusia akan agama, yang merupakan salah satu sumber informasi paling awal yang memperkenalkan “makhluk” hidup lain diluar yang kita temukan di bumi seperti manusia, binatang dan tumbuhan.
Berbagai ajaran kuno diluar agama-agama Ibrahim (Judaism, Christianity, Islam) memperkenalkan akan sosok “dewa dan dewi” sebagai sosok seorang maha-manusia yang dengan kemampuan yang luar biasa dan mempunyai tugas atau fungsi masing-masing dalam kedudukannya dalam komunitas surgawi, disuatu tempat jauh di atas langit sana tempat di mana para “dewa-dewi” ini tinggal.
Dalam pengetahuan Hindu kita mengenal dewa syiwa, brahma dan wisnu sebagai dewa atau batara yang utama diluar batara yang lainnya dalam komunitas dewa yang disebut tinggal di kahyangan, dan sewaktu-waktu para batara ini dapat mengunjungi manusia dalam rangka menjalankan darma bakti mereka masing-masing. Para dewa ini juga di katakan memiliki “kereta kencana” masing-masing yang merupakan kendaraan yang terang benderang bercahaya yang mereka gunakan untuk “pergi dari langit” dan melayang “turun” ke bumi kita ini.
Begitupun dalam pengetahuan tiongkok kuno, kita mengenal dewi Kwan Im, dan berbagai macam dewa yang bertugas dan berkantor di sebuah tempat bernama nirwana. Di skandinavia kita mengenal legenda Valhalla tempat tinggal para dewa dan di mesir kita mengenal dewa Ra, Osiris dan Anubis.
Diluar keberadaan ras “dewa-dewi” dan ras manusia, berbagai pengetahuan kuno itupun menceritakan akan keberadaan ras lainnya yang kebanyakan mempunyai “kemampuan” lebih unggul dari ras manusia. Kita mengenal istilah faery (peri), dwarf (makhluk cebol), giant (raksasa/buto) dan berbagai ras “ajaib” lainnya yang bukan merupakan bagian dari ras manusia namun juga bukan dari ras dewata.
Jadi jika kita berandai-andai bahwa seseorang di jaman kebudayaan Hindu, atau tiongkok kuno atau mesir kuno atau skandinavia kuno sekitar ribuan atau belasan ribu tahun yang lalu melihat benda terbang bercahaya turun dari langit, apa yang akan ada di benak orang tersebut? Bukankah sangat mungkin dia akan berpikir “ eh, ada dewa turun dari langit ?”
Dalam pandangan agama-agama Ibrahim tidak dikenal istilah dewa atau dewi, namun konsep akan adanya “pejabat” langitan dengan tugas tertentu tetap ada hanya saja sebutannya bukan lagi dewa melainkan "malaikat" untuk pejabat yang menjalankan tugas-tugas yang “Positif”, sedangkan pejabat yang menjalankan peran “Negatif” disebut dengan "Iblis". Tidak lupa makhluk-makhluk ajaib yang bukan bagian dari para malaikat dan setan namun juga bukan dari ras manusia kembali diperkenalkan ulang keberadaannya dengan sebutan baru yaitu "Jin".
Para malaikat yang merupakan pejabat “pemerintahan di langit” ini digambarkan mempunyai sayap dan memancarkan cahaya terang benderang dan mengisyaratkan informasi bahwa mereka ini dapat terbang dan melayang ketika mereka sedang “dinas luar” dari kantor mereka di langit dan turun ke bumi.
Jadi jika kita berandai-andai bahwa seseorang di jaman kelahiran agama-agama Ibrahim, sekitar ratusan atau ribuan tahun yang lalu melihat benda terbang bercahaya turun dari langit, apa yang akan ada di benak orang tersebut? Well…let me guess…ada malaikat turun dari langit ?…..bukan begitu?
Namun sekarang ini, kelihatannya orang akan lebih percaya jika saya katakan saya pernah melihat UFO di atas langit kemayoran beberapa tahun yang lalu, daripada jika saya katakan saya melihat seorang dewa atau malaikat turun dilangit kemayoran beberapa tahun yang lalu.
Saya tidak tahu pasti apa sebenarnya benda terbang bercahaya tersebut, tapi saya tahu pasti apa yang akan saya lakukan jika suatu ketika menjumpai hal serupa, saya akan lambaikan tangan dan berteriak “Haiiii…mampir yukk, lama gak keliatan nih broer…!!“ :)
Read more...
Tuesday, December 23, 2008
Everywhere Life’s having a Dramatic Changes – What’s Going On ?
Surely most of us now will have this same weird feeling that life of the old that we knew before is changing in rapid pace to the life of the new that we never experienced. Life is changing in everyway, nothing is remain the same as “change” is became a “mantra” to every aspects our life now, and all pointed to the fact that we will going to have a evolutionary change in how we experiencing life.
Many people feel “something is about to happen”, but because much of the current change is in the invisible universe, before manifesting in the visible universe, it is difficult to comprehend at first. Much has been written, spoken, and prophesized about our future. Some of this information was true at the original time of recording, but has since changed. Some of it was never true, and was intended to manipulate us. And some information was correct and still holds firm today. Sorting all this out is the difficult part. You need to apply your own discernment to all information, including the one that you now read. People are waking up in varying degrees as we continue our learning.
In order to understand the current changes we need to know that our consciousness not lived independently from outer influence. Infact, our consciousness affected mostly by the power of celestial objects, like the Sun, Moon, planets and the Stars in relation to their position to the Earth. That’s effect is translated to the principle of zodiac and horoscope science, where specific alignment of a star clusters or constellation is responsible to induce a specific characteristic on the consciousness of the baby that birth at that time frame. Thus we got a 12 different set of characteristic and personalities under the zodiac since each known celestial’s alignment gave different effects on our consciousness.
So this time is no different. As at the personal level our consciousness are affected by celestial object’s alignment so as our collective consciousness. Unlike human that have a clock to regulate their “perception about time” Cosmos don’t have a clock, its have many cycles instead that function as built-in clock to regulate the “Cosmic time”.
The knowledge about this cosmic time amazingly inherited by our ancient and survives the rise and falls of the thousand of years of human history and preserved until today by the Mayans. The Mayan civilization of Central America was and is the most advanced in relation to time-science knowledge. Their main calendar is the most accurate on the planet. It has never erred. They actually have 22 calendars in total, covering the many timing cycles in the Universe and Solar System.
This sacred knowledge knows exactly the cycles and the alignment of celestials’ objects that located thousand or even millions of light years from Earth with the accuracy and precision that jaw dropped modern astronomers, but the most revealing aspect of their knowledge is the fact that their also “measuring collective consciousness” of the humans and the Earth collectively. Yupe, Earth itself is a life form at grander scale and have a consciousness of its own, so the change in Earth’s consciousness will effects the humans and vice versa.
The Mayan Calendar simply tell us that our Solar System is moving into a new zone of energy in the Galaxy and as everything in cosmos is actually some kind of life form with its own consciousness that would mean that our Solar system will shifted in a way its functioning that will also changes its consciousness and reality perceptions.
The Mayan fifth world finished in 1987. The sixth world that mark the time when our solar system entering the new zone of energy in cosmos fully, starts in 2012. So we are currently "between worlds". This time is called the "Apocalypse" or revealing. This means the real truth will be revealed.
That’s explaining what is going on in our solar system now, where all the planets and the sun is increasing in their activities, more brighter, more intense, more energized, some is having a pole shift, increasing in atmospheric pressure, and on and on..the list can continues quite long.
The same with the Earth, geologically and geographically change is everywhere. Will the world end in 2012? Not at all. It will, however, mark the dawn of a new era in human progress and consciousness development.
Like the dawning of a new day, this transition to a new era will seem gradual, not sudden, to those passing through it.
However, when future generations look back, 2012 will be seen to have been a pivot point around which humanity turned and headed in a different direction.
Many prophecies have indicated a period of chaos and confusion in the years leading up to the Winter Solstice of 2012. This is understandable as the agendas of the old order rush for completion and resolution before the old cycles end. Old issues, suppressed for years, will bubble up to the surface demanding attention and resolution.
Once the cycles of the ancient Mayan Calendars reset to zero, the old patterns will end and the way will be clear for new patterns to be established with the energy of the new cycles.
In the meantime, the best way to handle difficult times is to be centered and resist the temptation to be drawn into dramas and conflicts, most of which are due to other people working through their "stuff." Being in the now and focusing on what is
- not what could be, or shouldn't be, or what might be fear-inducing - provides the key to sanity in a world full of increasing stress.
The grand 5,125-year cycle of the Mayan calendars consists of five interwoven cycles. The first cycle breaks the 5,125 years up into 13 parts. Then, there are 20 parts within each of the 13. Then, another 20-part division occurs to produce Mayan 'years,' each of which consists of 18 'months' of 20 days each.
On December 21st, 2012, all five of these cycles reset to zero, for the first time in 5,125 calendar years, as the Mayan date 0.0.0.0.0.
The Maya understood and tracked even more cycles than these five - 17 different calendar cycles in all, some of which spanned more than 10 million years. One is the precession of the equinoxes cycle of 25,920 years, which is caused by the slow wobbling of the earth on its axis. This cycle, which was also identified by Plato, is divided into the twelve astrological ages.
December 21st, 2012, coincidentally, also marks the exact transition into the 2,160-year Age of Aquarius. Yet another cycle, that of four times the 25,920-year cycle, also resets on that date.
So, what’s all these mean for us?
Well, like the flow of a river, our “boat” is surely follow the flow and heading to a new direction, so it’s up to us to choose our own personal direction. The Shift to heart-centered of ego-less consciousness is a global event which is playing out today. Every year that goes by, more and more people come to understand the new consciousness and shift into that heart-space which is the backbone of the New Reality. Of course the choice is always ours, but going against the flow of a river surely have an uncomfortable consequences.
The new consciousness will flower in the Age of Aquarius, but it started before that age is due to fully dawn. The new consciousness of the integrity of the mind, body and spiritual awareness will expand and spread much more quickly after the Winter Solstice of 2012, but it has already been developing in earnest since the pioneering days of the mid 1960s.
This New Reality consciousness opens the door to new vistas of awareness and new levels of creativity. In the dawning New Reality, people follow their hearts to express their inner knowing of the Oneness of All That Is and their sincere joy through making their own meaningful contributions towards a better world for everyone.
We are in the midst of the biggest cultural shift of all times. The Shift to the New Reality is happening today and it is unstoppable. The start of new cosmic time cycles on December 21st, 2012 will be the dawn of a new era where humanity will accelerate towards heart-centered consciousness on a global scale.
So my bro and sis, hang on and fasten your seat belt, the road will quite bumpy ahead…:) Read more...
Monday, December 22, 2008
Manusia dan makanannya
Sejak dahulu kala manusia selalu mengolah makanannya, karena mengolah makanan adalah keunikan manusia dibandingkan makhluk hidup lainnya. Proses mengolah makanan tradisional punya dua fungsi utama, yaitu membuat makanan lebih mudah dicerna/diserap dan untuk membuat makanan tahan lebih lama menghadapi waktu-waktu dimana makanan sulit diperoleh atau di hasilkan semisal jika sedang musim kemarau atau musim dingin.
Model pengolahan makanan seperti ini menghasilkan berbagai makanan tradisional seperti sosis, daging cincang tradisional dan kaldu daging. Begitu juga dengan roti tawar, ketan, tape, keju, butter, acar dan berbagai minuman yang dihasilkan dengan proses peragian alami seperti anggur atau yoghurt. Semua makanan yang dihasilkan merupakan makanan yang sangat lezat, cukup tahan lama dan memberikan laba bagi para petani, peternak dan pembuat roti atau industri makanan tradisional setempat, yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan dimasing-masing daerah sesuatu yang sudah seharusnya demikian.
Lebih penting lagi, pengolahan tradisional menambah atau meningkatkan nilai nutrisi dari makanan kita. Pembuatan roti tradisional menetralisir zat-zat perusak gizi dalam padi dalam gandum dan membuat mineral yang terkandung didalamnya tersedia lebih banyak, fermentasi dalam pembuatan acar meningkatkan kadar vitamin C dan B berlipat ganda, dan pembuatan yoghurt secara alami dan produk dari susu segar (dairy food) membuat nutrisi dalam susu tersebut lebih mudah di cerna dan diserap oleh tubuh.
Namun sayangnya, di jaman modern ini manusia makin mengabaikan para pekerja tangan ahli tradisional dalam pengolahan makanan, dan beralih ke proses pengolahan pabrikan yang justru menghancurkan nutrisi dalam makanan ketimbang meningkatkannya, serta membuat makanan yg kita makan sulit dicerna ketimbang menjadikannya mudah diserap sebagaimana pengolahan makanan tradisional.
Terlebih lagi proses pengolahan pabrikan selalu menggunakan produk yang punya dampak buruk untuk kesehatan, seperti gula, tepung terigu, minyak olahan, minyak hidrogenisasi, vitamin sintetis (buatan) dan perasa buatan, kesemua itu adalah alat-alat utama yang digunakan oleh industri pengolahan makanan.
Packaged Cereals - (sereal dalam kemasan)
Sereal kering untuk sarapan yg sangat populer dikalangan anak-anak, diproduksi melalu proses yang disebut extrusion, dimana gandum atau padi-padian jenis lain dibuat menjadi bubur dengan campuran sedikit air dan susu kemudian dimasukkan kedalam mesin extruder. Bulir gandum kemudian dipaksa untuk keluar dari lubang kecil dengan menggunakan tekanan dan suhu yang tinggi, tergantung dari bentuk lubang keluarannya, maka produk yang dihasilkan bisa berbentuk bulat, flek, binatang atau gumpalan untuk kemudian dibawa melalui sebuah pipa penyemprot minyak dan gula untuk menjadikan sereal tersebut mengeras dan renyah serta crunchy kalau di gigit.
Dalam buku “Fighting the Food Giants”, Paul Stitt menemukan bahwa proses extrusion dalam pembuatan sereal, menghancurkan hamper seluruh nutrisi dalam bulir gandum, menghancurkan asam lemak dan bahkan menghancurkan vitamin kimiawi yang sebenarnya ditambahkan kemudian. Sedangkan asam amino yang tersisa dari proses ini menjadi sangat beracun bagi tubuh. Asam amino lysine, nutrisi penting utama dari gandum menjadi terkontaminasi dan hilang keasliaannya oleh proses ini, dan semua sereal dalam kemasan dibuat dengan proses extrusion seperti ini.
Satu-satunya pengembangan yang dilakukan dalam industri ini adalah menemukan teknik-teknik baru yang bisa memotong biaya produksi lebih dan lebih rendah lagi walaupun hal itu berarti merusak kandungan nutrisi dari bahan alami yang digunakan. Sereal adalah bisnis milyaran dolar, salah satu yang membuat seseorang menjadi super kaya.
Dengan begitu banyaknya orang yang mengkonsumsi sereal baik sebagai sarapan atau penganan kecil, mungkin kita menyangka seharusnya ada penelitian dan riset mengenai dampak ekstrusi sereal pada binatang atau manusia, namun ternyata tidak pernah ada penelitian ilmiah yang dipublikasikan mengenai hal ini.
The Rat Experiments – (Percobaan pada tikus)
Mari kita lihat dua percobaan yang tidak pernah di publikasikan, yaitu yang diceritakan oleh Paul Stitt tentang percobaan yang dilakukan oleh perusahaan sereal pada empat buah kelompok tikus yang diberi makanan tertentu. Satu kelompok diberi bulir gandum, air dan vitamin serta mineral kimiawi. Kelompok kedua diberi sereal hasil extrusion, air dan nutrisi yg sama. Kelompok ketiga hanya diberi air tanpa makanan sama sekali, dan kelompok keempat diberikan air plus nutrisi kimiawi.
Kelompok tikus yang diberi bulir gandum hidup lebih dari satu tahun. Kelompok tikus yang hanya diberi air dan nutrisi kimiawi mampu bertahan hidup sekitar dua bulan. Tikus yang hanya hidup dari air hidup sekitar satu bulan. Namun percobaan internal yang dilakukan oleh laboratorium milik perusahaan sereal itu sendiri menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberikan sereal produksi mereka, air dan nutrisi kimiawi mati hanya dalam waktu 2 minggu !! – tikus-tikus tersebut bahkan mati lebih cepat dari kelompok tikus yang hanya minum air saja tanpa makanan sedikitpun. Itu karena tikus –tikus tersebut bukan mati karena kekurangan nutrisi, karena autopsy yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa terjadi kegagalan fungsi pankreas, hati dan ginjal serta penurunan fungsi syaraf tulang belakang, semua itu merupakan tanda-tanda insulin-shock atau hantaman insulin.
Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang sangat beracun dalam sereal yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, karena protein secara struktur molekul mirip dengan beberapa racun kimia tertentu dan proses pembuatan sereal renyah cepat saja beraneka rasa tersebut punya efek samping yang merubah gandum penuh nutrisi menjadi makanan dengan substansi yang berubah menjadi bersifat beracun.
Percobaan lain yang tidak dipublikasikan dilakukan pada tahun 60an, oleh para peneliti di Ann Arbor University pada 18 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 grup: yang pertama mendapat corn flake dan air, grup kedua diberikan kotak kardus tempat sereal tersebut dikemas sebagi makanan dan air, dan grup ketiga sebagai pembanding diberikan makanan tikus dan air. Tikus-tikus dalam grup pembanding tetap dalam keadaan sehat sampai percobaan selesai, sedang tikus-tikus yang memakan kotak kardus menjadi lesu, lemah dan pada akhirnya mati karena kekurangan gizi. Namun tikus yang memakan corn flake dan air mati sebelum tikus yang memakan kardus mati mulai ada yang mati (tikus pemakan sereal terakhir mati pada hari yang sama dengan tikus pemakan kardus pertama mati).
Namun sebelum mati, tikus yg diberi sereal menunjukkan perilaku yang tidak normal, mencakar dengan tiba-tiba tikus lain, saling gigit denga tikus lain dan akhirnya mengalami kejang-kejang. Kesimpulan yang mengejutkan dari percobaan ini adalah bahwa lebih banyak nutrisi yang terkandung dalam kotak kardus kemasan sereal dari pada sereal yg ada didalam kemasan itu sendiri. Awalnya percobaan ini dimaksudkan sebagai bahan lelucon (dengan memberikan tikus tersebut kotak kardus sbg makanan) namun hasilnya sangat jauh dari lucu, sehingga hasil percobaan ini tidak pernah dipublikasikan dan percobaan yang serupa tidak pernah dilakukan lagi.
Tidak ada publikasi penelitian akan dampat extrusion sereal pada binatang atau hewan, namun dalam salah satu literatur ada disebutkan tentang efek mikroskopik dari proses extrusion pada protein. Pada banyak jenis padi-padian seperti beras, gandum dan terutama jagung terdapat semacam kumpulan protein yang disebut “Zeins” pada sebuah lokasi berbentuk bulat yang merupakan “tubuh” dari molekul protein yang terkandung dalamnya. Selama proses extrusion, zeins ini pecah, rantai molekulnya hancur dan protein berubah menjadi racun, karena proses seperti ini merusak susunan alami dari molekul makanan dan mengubahnya menjadi bahan berbahaya yang akibatnya dapat mengganggu system syaraf pada manusia.
Milk – (Susu)
Pada saat kita memproses susu, pada saat itu juga kita merusak makanan paling sempurna yang disediakan oleh alam. Kita bahkan dapat terus hidup dengan hanya mengkonsumsi susu segar dari kambing atau domba dan terutama susu dari binatang paling suci di alam yaitu sapi. Lemat hewani sangat diperlukan untuk proses penyerapan mineral, vitamin A dan D yang ada pada sayur-sayuran dan padi-padian yang kita makan. Kita bisa saja memakan banyak sayur dan padi-padian tapi tanpa lemak hewani itu semua tidak dapat diserap oleh tubuh, dan asam lemak ini hanya dapat diperoleh dari hewan.
Namun sayangnya lagi kita sekarang sudah tidak punya rasa hormat akan kesucian hewan yang diciptakan untuk kehidupan kita, sekarang system industri kita menempatkan sapi dalam bangunan beton ketimbang kandang di luar, dan memberikan mereka makanan yang bukan dirancang untuk sapi, sehingga sapi-sapi “modern” ini menghasilkan banyak susu namun encer dan sangat rendah lemak.
Susu dari sapi industrial ini kemudian dikirim ke pabrik, yang merupakan bangunan besar, tertutup dan tidak pernah mengijinkan pengunjung untuk datang melihat-lihat, sehingga banyak kemungkinan kesalahan bisa terjadi di pabrik ini. Seorang jurnalis, Emily Green menulis di LA Times pada thn 2000 tentang kasus terbesar keracunan susu dalam sejarah Amerika yg terjadi th 1985 dikarenakan oleh “kegagalan pasteurisasi” pada salah satu pabrik susu kaleng di Illinois yg meracuni hamper 5000 orang.
Di dalam pabrik yg bisa dilihat hanyalah stainless steel. Didalam mesin tersebut susu yang dikirim dari peternakan akan secara utuh di bentuk-ulang. Pertama-tama melalu proses sentrifugasi (pemutar) akan dipisahkan menjadi lemak, protein dan berbagai cairan lain. Ketika sudah terpisah, bahan-bahan ini akan dikonstruksi kembali untuk membuat berbagai tipe susu, seperti susu full cream, rendah lemak atau bebas lemak, dengan kata lain susu tersebut akan di bentuk ulang menjadi satu jenis susu yang benar-benar sama atau homogen kandungannya.
Dari berbagai susu hasil bentukan ulang di pabarik, susu segar merupakan yang paling mendekati kondisi susu sapi, sisa hasil olahan berupa lemak butter akan diolah menjadi butter, krim, keju dan es krim. Pabrikan produk susu sangat suka menjual susu rendah lemak dan susu skim karena akan banyak sisa butterfat yg akan menghasilkan uang besar jika diolah menjadi es krim.
Ketika proses penghilangan lemak susu tersebut, mereka mengganti lemak yg hilang dnegan konsentrat susu bubuk yang dibuat dari penyemprotan pada suhu tinggi. Semua susu rendah lemak ditambahkan susu bubuk kering untuk memberikan tekstur walalupun bahan tambahan ini kadang tidak disebutkan pada label produk.. Hasilnya adalah produk berprotein sangat-tinggi dan rendah lemak, dan karena tubuh menghabiskan banyak nutrisi untuk mengassimilasi protein, terutama protein yang ada dalam produk hewani, susu hasil rekayasa pabrikan seperti itu akan dengan cepat mengakibatkan kekurangan nutrisi.
Susu olahan tersebut kemudian di pasteurisasi pada suhu 161 derajat F dengan melewati sebuah plat baja super panas, jika suhunya sampai 200 F maka disebut ultra-pasteurisasi, dimana akan membuatnya berasa seperti susu yg dimasak, dan sangat steril dan dapat di jual di rak-rak toko, dgn kata lain toko bahkan tidak perlu menjaganya tetap dingin. Serangga tidak akan mendekati produk ini, begitupun lemari es tidak diperlukan utk meyimpannya. Karena susu ini sama dengan sudah dimasak, maka akan homogen dan tidak akan terpecah susunan lemaknya, akibatnya susu akan bertahan berminggu-minggu bukan hanya beberapa hari.
Milk Allergies – (Alergi susu)
Banyak individu, terutama anak-anak kita tidak dapat mentoleransi produk yang kita sebut susu dan dijual di rak-rak toko, dan kita bisa meilihat kenapa sebabnya jika kita tau proses pembuatannya. Ini dimulai dari cara berternak sapi, dimana sapi di kurung dalam pabrik, dan diberik pakan ternak yang bukan makanan alaminya, dan kemudian susu yg dihasilkan dikirim ke pabrik untuk dipecah belah susunan strukturnya baru kemudian dibentuk kembali sesuai keperluan pemasaran.
Senyawa protein dalam susu sapi segar punya banyak fungsi, termasuk didalamnya proteksi terhadap bakteri pathogen, meningkatkan system imunitas pada tubuh kita dan membawa banyak nutrisi bagi manusia. Bagaimapun, seperti halnya protein pada padi-padian, protein dalam susu merupakan protein kompleks dengan molekul 3-Dimensi yang sangat rapuh. Proses pasteurisasi merusak bentuk molekul protein susu dan mengkontaminasi protein ini. Ketika kita meminum susu pasteurisasi, tubuh kita langsung terkejut dan mengeluarkan reaksi imunitas yang kita sebut sebagai gejala alergi ketimbang menerima nutrisi langsung dari yang kita minum.
Percobaan pada 1930-1940an menunjukkan superioritas dari manfaat susu segar dibandingkan susu hasil olahan yg di pasteurisasi dalam menciptakan tulang yang kuat, organ tubuh yang sehat dan system saraf yang prima. Untungnya sekarang ini susu yang sebenarnya, yaitu susu yang berasal dari sapi yang makan rumput segar, tidak di pasteurisasi, tidak diolah atau dihomogenisasi sudah mulai tersedia di pasaran.
Powdered Milk – (Susu bubuk)
Satu catatan penting pada produksi susu bubuk, susu cair dipompakan kedalam lubang sangat kecil dengan tekanan super tinggi, untuk kemudian di tiupkan ke udara, proses ini mengakibatkan terbentuknya banyak senyawa nitrat dan seluruh kolesterol dalam susu teroksidasi dan berubah struktur molekulnya.
Kolesterol sendiri sebenarnya merupakan teman baik kita, dan kita tidak perlu kuatir akan kolesterol alami yang terkandung dalam makanan alami kita, karena mereka adalah kolesterol yang baik. Namun kita pasti tidak mau mengkonsumsi kolesterol yang teroksidasi, karena akan membuat timbulnya plak dan timbunan lemak pada pembuluh darah, menyebabkan gangguan jantung koroner, atherosclerosis dan banyak gangguan lain pada jantung. Jadi ketika kita meminum susu rendah lemak dan berpikir itu akan membantu menghindari penyakit jantung, sebenarnya kita meminum kolesterol yang teroksidasi yang justru memicu penyakit jantung.
Process Juice – (Jus Olahan)
Pada industri jus olahan, bahan yang dipakai biasanya buah-buahan yang penuh dengan pestisida, yang merupakan cholinesterase inhibitor dan merupakan racun syaraf. Ketika buah tersebut misal jeruk, dimasukkan kedalam mesin pemeras, maka seluruh pestisida tersebut tercampur kedalam jus yang di hasilkan.
Sisa kulit dari buah tersebut masih juga mengandung racun berbahaya, dan kemudian diproses untuk menjadi kue dan dikonsumsi oleh manusian. Mark Purdey dari Inggris menunjukkan bahwa hal ini memicu wabah sapi gila “mad cow” di eropa ketika kulit jeruk tersebut diberikan sebagai pakan sapi karena ternyata menyebabkan penurunan fungsi otak dan system syaraf pada sapi.
Penelitian di hawai menunjukkan bahwa konsumsi jus jeruk olahan berhubungan dengan peningkatan kasus Alzhemeir yang dipicu oleh senyawa beracun pada pestisida yg digunakan pada jeruk yang diolah oleh proses modern. Jus jeruk yang diberikan suhu tinggi dan dihidrolisa dengan asam menunjukkan tingkat mutagenasi yang tinggi, dengan kata lain kita mendapatkan kandungan penyebab kanker dari jus olahan yang kita minum
Artificial Flavors vs. Nutritious Homemade Broths and Sauces Based on
Natural Nourishing Broths – (Perasa buatan vs Kaldu penuh nutrisi buatan rumahan dari kaldu alami)
Dimasa lalu banyak budaya tradisional memakai tulang untuk membuat kaldu, mereka menyadari bahwa kaldo sangat tinggi kandungan nutrisinya, diantarnya tinggi gelatin, sejenis senyawa yang membantu pencernaan, dan jangan lupa kaldu juga memberikan rasa yang enak dan lezat pada makanan.
Sebelum jamannya makanan olahan kita membuat kaldu dari tulang sapi, ayam atau ikan, untuk kemudian menggunakan kaldu itu dalam pembuatan berbagasi sup, saus dan panganan lezat. Namun industri makanan olahan tidak memakai kaldu alami dalam membuat berbagai produk masakan instant mereka, karena sangat mahal biayanya.
Ketika produk pengganti yang sangat murah mengalahkan produk tradisional, maka kita kehilangan sumber nutrisi penting bagi kesehatan. Efek kental dari gelatin, dapat ditiru dengan emulsi buatan tapi tentu saja manfaat kesehatannya hilang, padahal gelatin sangat baik bagi pencernaan dan merupakan penyembuh berbagai gangguan pencernaan, menurut kepercayaan orang Amerika Latin, Kaldu yang baik dapat membangkitkan orang mati.
Artificial Flavorings, Hydrolyzed Protein, and MSG
Penggunaan kaldu dan gelatin alami berhenti pada tahun 1950 ketika perusahan makanan olahan menemukan perasa buatan untuk daging pada tahun 1947 yang merupakan hasil sintesa kimiawi hasil pengolahan dari monosodium glutamate (MSG) yg ditemukan pada tahun 1908. Manusia memiliki reseptor untuk glutamate pada lidahnya yg merupakan senyawa protein yang dikenal oleh tubuh kita sebagai rasa “daging”, namun sayangnya glutamate pada MSG punya efek sangat berbeda dari glutamate alami yaitu sangat berbahaya terutama pada system syaraf.
Berbagai protein bisa di hidrolisasi untuk bahan baku MSG, tapi yg sering dipakai adalah kedelai, dan ketika industri belajar untuk menciptakan rasa daging di laboratorium menggunakan bahan baku yg murah, maka membanjirlah produk cepat saji, dengan rasa yang bisa diatur sesuai keperluan, dan fast food industri tidak bisa lepas dari MSG, termasuk saus yg digunakan juga merupakan MSG ditambah air, zat emulsi dan pewarna caramel.
Lidah kita ditipu untuk mempercayai bahwa yang dimakan merupakan sari pati daging dan bergizi, padahal hanya merupakan zat berbahaya hasil sintesa kimia di laboratorium. Semua dressing untuk salad dan steak, yang mempunyai rasa daging merupakan pengaruh MSG, dan semua yang disebut dengan “hydrolyzed protein” karena tidak ingin mencantumkan MSG dalam labelnya merupakan bahan dasar dari MSG, bahkan industri sangat pelit untuk menggunakan sedikit bawang dan garlic untuk penyedap, mereka memilih untuk mengunakan perasa buatan yang lebih murah.
MSG Labelling – (Pelabelan MSG)
Untuk kita ketahui ada 3 bahan paling beracun yg digunakan di industri makanan, yaitu MSG, protein terhidrolisasi, dan pemanis buatan aspartame. Dua bahan yg disebut duluan merupakan bahan yg sering disembunyikan dibalik nama “natural flavors” atau perasa alami, jadi apapun yg kita beli dengan label menggunakan bahan “spices” (bumbu) atau “natural flavors” (perasa alami) adalah MSG.
Industri makanan tidak mau mencantumkan label MSG dlm bahannya sehingga mereka mencampurkannya kedalam campuran bumbu atau perasa, dan jika MSG dalam bumbu itu kurang dari 50% dari keseluruhan bumbu mereka secara hokum tidak harus mencantumkannya dalam label produk..
Health Problems with MSG – (Masalah kesehatan dari MSG)
Industri mengetahui adanya masalah kesehatan karena MSG dari tahun 1957, antara lain menyebabkan kebutaan, obesitas dan gangguan syaraf, juga mengakibatkan gangguan pada hypothalamus di otak, memicu kanker otak, seizures, alzhemeir, sclerosis dan juga mempengaruhi rangsangan terhadap perilaku kekerasan, namun sampai saat ini praktik penggunaan berbagai bahan sintetis dan kiami untuk makanan yang berbiaya murah itu masih terus dilakukan.
MSG diserap langsung dari mulut ke otak, dan mengakibatkan sel syaraf menjadi rusak atau terpilin karena factor asam glutamate pada MSG, karena terbawa oleh pembuluh darah ke otak.
Fats and Oils
Apa yg disebut sebagai vegetable oil sebenarnya bersifat karsinogen dan beracun karena diproleh dengan ekstrak proses yang menhancurkan struktur alaminya.
Margarine
Mentega dibuat dari minyak sayur yang dihidrogenasi, dalam suhu dan tekanan tinggi yang hasilnya berupa pasta yang berbau sangat busuk, kemudian di uapkan utk menghilangkan bau, dicuci dan kemudian ditambahkan pewarna dan vitamin sintetis utk kemudian di kemas, iklan mempromosikan sampah ini sebagai makanan sehat.
Factory Food Preparation--Is Your Food Made by Caring Hands? – Apakah makanan kita disiapkan oleh tangan yg penuh kasih?
Semua makanan olahan diolah dengan pengawet, perasa dan tambahan zat kimiawi, semua itu dibuat untuk memberikan uang yang terus bertambah bagi sebagian orang dan membuat mereka kaya dan tambah kaya terus tanpa peduli masyarakat banyak makin menjadi sakit. Orang yg membuat makanan itu tidak pernah memikirkan orang lain, apa kita pernah membayangkan perasaan seperti apa, energi spt apa yg di radiasikan kedalam makanan yg dibuat di pabrik tersebut?
Spiritual Food Preparation--Made with Love – Makanan spiritual, dibuat dengan cinta
Jika seseorang ibu dapat melihat energi nya berupa seberkas cahaya keluar dari tangannya ketika ia memasak, dan cahaya itu masuk kedalam makanan yg dibuat, ia pasti terkejut betapa berharganya makanan yg ia siapkan untuk keluarganya itu, karenan makanan itu meradiasikan energi positif, energi cinta kasih, kebahagiaan dan akan diserap oleh siapapun yg memakannya.
Dan ketika makanan tersebut dikonsumsi, maka energi kasih itu akan memberikan efek yg positif bagi tubuh, meningkatkan metabolisme, memberikan nutrisi bagi pengembangan mental dan meradiasikan kasih kepada spiritual si penikmat makanan tersebut, yang pada akhirnya akan memaksimalkan perkembangan tubuh, mental dan ruhani kita. Sungguh sangat bernilai apa yang diberikan Tuhan kepada kita semua, mari kita pikirkan apa yg kita makan, dan bagaimana kita menyiapkannya. Read more...
Model pengolahan makanan seperti ini menghasilkan berbagai makanan tradisional seperti sosis, daging cincang tradisional dan kaldu daging. Begitu juga dengan roti tawar, ketan, tape, keju, butter, acar dan berbagai minuman yang dihasilkan dengan proses peragian alami seperti anggur atau yoghurt. Semua makanan yang dihasilkan merupakan makanan yang sangat lezat, cukup tahan lama dan memberikan laba bagi para petani, peternak dan pembuat roti atau industri makanan tradisional setempat, yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan dimasing-masing daerah sesuatu yang sudah seharusnya demikian.
Lebih penting lagi, pengolahan tradisional menambah atau meningkatkan nilai nutrisi dari makanan kita. Pembuatan roti tradisional menetralisir zat-zat perusak gizi dalam padi dalam gandum dan membuat mineral yang terkandung didalamnya tersedia lebih banyak, fermentasi dalam pembuatan acar meningkatkan kadar vitamin C dan B berlipat ganda, dan pembuatan yoghurt secara alami dan produk dari susu segar (dairy food) membuat nutrisi dalam susu tersebut lebih mudah di cerna dan diserap oleh tubuh.
Namun sayangnya, di jaman modern ini manusia makin mengabaikan para pekerja tangan ahli tradisional dalam pengolahan makanan, dan beralih ke proses pengolahan pabrikan yang justru menghancurkan nutrisi dalam makanan ketimbang meningkatkannya, serta membuat makanan yg kita makan sulit dicerna ketimbang menjadikannya mudah diserap sebagaimana pengolahan makanan tradisional.
Terlebih lagi proses pengolahan pabrikan selalu menggunakan produk yang punya dampak buruk untuk kesehatan, seperti gula, tepung terigu, minyak olahan, minyak hidrogenisasi, vitamin sintetis (buatan) dan perasa buatan, kesemua itu adalah alat-alat utama yang digunakan oleh industri pengolahan makanan.
Packaged Cereals - (sereal dalam kemasan)
Sereal kering untuk sarapan yg sangat populer dikalangan anak-anak, diproduksi melalu proses yang disebut extrusion, dimana gandum atau padi-padian jenis lain dibuat menjadi bubur dengan campuran sedikit air dan susu kemudian dimasukkan kedalam mesin extruder. Bulir gandum kemudian dipaksa untuk keluar dari lubang kecil dengan menggunakan tekanan dan suhu yang tinggi, tergantung dari bentuk lubang keluarannya, maka produk yang dihasilkan bisa berbentuk bulat, flek, binatang atau gumpalan untuk kemudian dibawa melalui sebuah pipa penyemprot minyak dan gula untuk menjadikan sereal tersebut mengeras dan renyah serta crunchy kalau di gigit.
Dalam buku “Fighting the Food Giants”, Paul Stitt menemukan bahwa proses extrusion dalam pembuatan sereal, menghancurkan hamper seluruh nutrisi dalam bulir gandum, menghancurkan asam lemak dan bahkan menghancurkan vitamin kimiawi yang sebenarnya ditambahkan kemudian. Sedangkan asam amino yang tersisa dari proses ini menjadi sangat beracun bagi tubuh. Asam amino lysine, nutrisi penting utama dari gandum menjadi terkontaminasi dan hilang keasliaannya oleh proses ini, dan semua sereal dalam kemasan dibuat dengan proses extrusion seperti ini.
Satu-satunya pengembangan yang dilakukan dalam industri ini adalah menemukan teknik-teknik baru yang bisa memotong biaya produksi lebih dan lebih rendah lagi walaupun hal itu berarti merusak kandungan nutrisi dari bahan alami yang digunakan. Sereal adalah bisnis milyaran dolar, salah satu yang membuat seseorang menjadi super kaya.
Dengan begitu banyaknya orang yang mengkonsumsi sereal baik sebagai sarapan atau penganan kecil, mungkin kita menyangka seharusnya ada penelitian dan riset mengenai dampak ekstrusi sereal pada binatang atau manusia, namun ternyata tidak pernah ada penelitian ilmiah yang dipublikasikan mengenai hal ini.
The Rat Experiments – (Percobaan pada tikus)
Mari kita lihat dua percobaan yang tidak pernah di publikasikan, yaitu yang diceritakan oleh Paul Stitt tentang percobaan yang dilakukan oleh perusahaan sereal pada empat buah kelompok tikus yang diberi makanan tertentu. Satu kelompok diberi bulir gandum, air dan vitamin serta mineral kimiawi. Kelompok kedua diberi sereal hasil extrusion, air dan nutrisi yg sama. Kelompok ketiga hanya diberi air tanpa makanan sama sekali, dan kelompok keempat diberikan air plus nutrisi kimiawi.
Kelompok tikus yang diberi bulir gandum hidup lebih dari satu tahun. Kelompok tikus yang hanya diberi air dan nutrisi kimiawi mampu bertahan hidup sekitar dua bulan. Tikus yang hanya hidup dari air hidup sekitar satu bulan. Namun percobaan internal yang dilakukan oleh laboratorium milik perusahaan sereal itu sendiri menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberikan sereal produksi mereka, air dan nutrisi kimiawi mati hanya dalam waktu 2 minggu !! – tikus-tikus tersebut bahkan mati lebih cepat dari kelompok tikus yang hanya minum air saja tanpa makanan sedikitpun. Itu karena tikus –tikus tersebut bukan mati karena kekurangan nutrisi, karena autopsy yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa terjadi kegagalan fungsi pankreas, hati dan ginjal serta penurunan fungsi syaraf tulang belakang, semua itu merupakan tanda-tanda insulin-shock atau hantaman insulin.
Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang sangat beracun dalam sereal yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, karena protein secara struktur molekul mirip dengan beberapa racun kimia tertentu dan proses pembuatan sereal renyah cepat saja beraneka rasa tersebut punya efek samping yang merubah gandum penuh nutrisi menjadi makanan dengan substansi yang berubah menjadi bersifat beracun.
Percobaan lain yang tidak dipublikasikan dilakukan pada tahun 60an, oleh para peneliti di Ann Arbor University pada 18 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 grup: yang pertama mendapat corn flake dan air, grup kedua diberikan kotak kardus tempat sereal tersebut dikemas sebagi makanan dan air, dan grup ketiga sebagai pembanding diberikan makanan tikus dan air. Tikus-tikus dalam grup pembanding tetap dalam keadaan sehat sampai percobaan selesai, sedang tikus-tikus yang memakan kotak kardus menjadi lesu, lemah dan pada akhirnya mati karena kekurangan gizi. Namun tikus yang memakan corn flake dan air mati sebelum tikus yang memakan kardus mati mulai ada yang mati (tikus pemakan sereal terakhir mati pada hari yang sama dengan tikus pemakan kardus pertama mati).
Namun sebelum mati, tikus yg diberi sereal menunjukkan perilaku yang tidak normal, mencakar dengan tiba-tiba tikus lain, saling gigit denga tikus lain dan akhirnya mengalami kejang-kejang. Kesimpulan yang mengejutkan dari percobaan ini adalah bahwa lebih banyak nutrisi yang terkandung dalam kotak kardus kemasan sereal dari pada sereal yg ada didalam kemasan itu sendiri. Awalnya percobaan ini dimaksudkan sebagai bahan lelucon (dengan memberikan tikus tersebut kotak kardus sbg makanan) namun hasilnya sangat jauh dari lucu, sehingga hasil percobaan ini tidak pernah dipublikasikan dan percobaan yang serupa tidak pernah dilakukan lagi.
Tidak ada publikasi penelitian akan dampat extrusion sereal pada binatang atau hewan, namun dalam salah satu literatur ada disebutkan tentang efek mikroskopik dari proses extrusion pada protein. Pada banyak jenis padi-padian seperti beras, gandum dan terutama jagung terdapat semacam kumpulan protein yang disebut “Zeins” pada sebuah lokasi berbentuk bulat yang merupakan “tubuh” dari molekul protein yang terkandung dalamnya. Selama proses extrusion, zeins ini pecah, rantai molekulnya hancur dan protein berubah menjadi racun, karena proses seperti ini merusak susunan alami dari molekul makanan dan mengubahnya menjadi bahan berbahaya yang akibatnya dapat mengganggu system syaraf pada manusia.
Milk – (Susu)
Pada saat kita memproses susu, pada saat itu juga kita merusak makanan paling sempurna yang disediakan oleh alam. Kita bahkan dapat terus hidup dengan hanya mengkonsumsi susu segar dari kambing atau domba dan terutama susu dari binatang paling suci di alam yaitu sapi. Lemat hewani sangat diperlukan untuk proses penyerapan mineral, vitamin A dan D yang ada pada sayur-sayuran dan padi-padian yang kita makan. Kita bisa saja memakan banyak sayur dan padi-padian tapi tanpa lemak hewani itu semua tidak dapat diserap oleh tubuh, dan asam lemak ini hanya dapat diperoleh dari hewan.
Namun sayangnya lagi kita sekarang sudah tidak punya rasa hormat akan kesucian hewan yang diciptakan untuk kehidupan kita, sekarang system industri kita menempatkan sapi dalam bangunan beton ketimbang kandang di luar, dan memberikan mereka makanan yang bukan dirancang untuk sapi, sehingga sapi-sapi “modern” ini menghasilkan banyak susu namun encer dan sangat rendah lemak.
Susu dari sapi industrial ini kemudian dikirim ke pabrik, yang merupakan bangunan besar, tertutup dan tidak pernah mengijinkan pengunjung untuk datang melihat-lihat, sehingga banyak kemungkinan kesalahan bisa terjadi di pabrik ini. Seorang jurnalis, Emily Green menulis di LA Times pada thn 2000 tentang kasus terbesar keracunan susu dalam sejarah Amerika yg terjadi th 1985 dikarenakan oleh “kegagalan pasteurisasi” pada salah satu pabrik susu kaleng di Illinois yg meracuni hamper 5000 orang.
Di dalam pabrik yg bisa dilihat hanyalah stainless steel. Didalam mesin tersebut susu yang dikirim dari peternakan akan secara utuh di bentuk-ulang. Pertama-tama melalu proses sentrifugasi (pemutar) akan dipisahkan menjadi lemak, protein dan berbagai cairan lain. Ketika sudah terpisah, bahan-bahan ini akan dikonstruksi kembali untuk membuat berbagai tipe susu, seperti susu full cream, rendah lemak atau bebas lemak, dengan kata lain susu tersebut akan di bentuk ulang menjadi satu jenis susu yang benar-benar sama atau homogen kandungannya.
Dari berbagai susu hasil bentukan ulang di pabarik, susu segar merupakan yang paling mendekati kondisi susu sapi, sisa hasil olahan berupa lemak butter akan diolah menjadi butter, krim, keju dan es krim. Pabrikan produk susu sangat suka menjual susu rendah lemak dan susu skim karena akan banyak sisa butterfat yg akan menghasilkan uang besar jika diolah menjadi es krim.
Ketika proses penghilangan lemak susu tersebut, mereka mengganti lemak yg hilang dnegan konsentrat susu bubuk yang dibuat dari penyemprotan pada suhu tinggi. Semua susu rendah lemak ditambahkan susu bubuk kering untuk memberikan tekstur walalupun bahan tambahan ini kadang tidak disebutkan pada label produk.. Hasilnya adalah produk berprotein sangat-tinggi dan rendah lemak, dan karena tubuh menghabiskan banyak nutrisi untuk mengassimilasi protein, terutama protein yang ada dalam produk hewani, susu hasil rekayasa pabrikan seperti itu akan dengan cepat mengakibatkan kekurangan nutrisi.
Susu olahan tersebut kemudian di pasteurisasi pada suhu 161 derajat F dengan melewati sebuah plat baja super panas, jika suhunya sampai 200 F maka disebut ultra-pasteurisasi, dimana akan membuatnya berasa seperti susu yg dimasak, dan sangat steril dan dapat di jual di rak-rak toko, dgn kata lain toko bahkan tidak perlu menjaganya tetap dingin. Serangga tidak akan mendekati produk ini, begitupun lemari es tidak diperlukan utk meyimpannya. Karena susu ini sama dengan sudah dimasak, maka akan homogen dan tidak akan terpecah susunan lemaknya, akibatnya susu akan bertahan berminggu-minggu bukan hanya beberapa hari.
Milk Allergies – (Alergi susu)
Banyak individu, terutama anak-anak kita tidak dapat mentoleransi produk yang kita sebut susu dan dijual di rak-rak toko, dan kita bisa meilihat kenapa sebabnya jika kita tau proses pembuatannya. Ini dimulai dari cara berternak sapi, dimana sapi di kurung dalam pabrik, dan diberik pakan ternak yang bukan makanan alaminya, dan kemudian susu yg dihasilkan dikirim ke pabrik untuk dipecah belah susunan strukturnya baru kemudian dibentuk kembali sesuai keperluan pemasaran.
Senyawa protein dalam susu sapi segar punya banyak fungsi, termasuk didalamnya proteksi terhadap bakteri pathogen, meningkatkan system imunitas pada tubuh kita dan membawa banyak nutrisi bagi manusia. Bagaimapun, seperti halnya protein pada padi-padian, protein dalam susu merupakan protein kompleks dengan molekul 3-Dimensi yang sangat rapuh. Proses pasteurisasi merusak bentuk molekul protein susu dan mengkontaminasi protein ini. Ketika kita meminum susu pasteurisasi, tubuh kita langsung terkejut dan mengeluarkan reaksi imunitas yang kita sebut sebagai gejala alergi ketimbang menerima nutrisi langsung dari yang kita minum.
Percobaan pada 1930-1940an menunjukkan superioritas dari manfaat susu segar dibandingkan susu hasil olahan yg di pasteurisasi dalam menciptakan tulang yang kuat, organ tubuh yang sehat dan system saraf yang prima. Untungnya sekarang ini susu yang sebenarnya, yaitu susu yang berasal dari sapi yang makan rumput segar, tidak di pasteurisasi, tidak diolah atau dihomogenisasi sudah mulai tersedia di pasaran.
Powdered Milk – (Susu bubuk)
Satu catatan penting pada produksi susu bubuk, susu cair dipompakan kedalam lubang sangat kecil dengan tekanan super tinggi, untuk kemudian di tiupkan ke udara, proses ini mengakibatkan terbentuknya banyak senyawa nitrat dan seluruh kolesterol dalam susu teroksidasi dan berubah struktur molekulnya.
Kolesterol sendiri sebenarnya merupakan teman baik kita, dan kita tidak perlu kuatir akan kolesterol alami yang terkandung dalam makanan alami kita, karena mereka adalah kolesterol yang baik. Namun kita pasti tidak mau mengkonsumsi kolesterol yang teroksidasi, karena akan membuat timbulnya plak dan timbunan lemak pada pembuluh darah, menyebabkan gangguan jantung koroner, atherosclerosis dan banyak gangguan lain pada jantung. Jadi ketika kita meminum susu rendah lemak dan berpikir itu akan membantu menghindari penyakit jantung, sebenarnya kita meminum kolesterol yang teroksidasi yang justru memicu penyakit jantung.
Process Juice – (Jus Olahan)
Pada industri jus olahan, bahan yang dipakai biasanya buah-buahan yang penuh dengan pestisida, yang merupakan cholinesterase inhibitor dan merupakan racun syaraf. Ketika buah tersebut misal jeruk, dimasukkan kedalam mesin pemeras, maka seluruh pestisida tersebut tercampur kedalam jus yang di hasilkan.
Sisa kulit dari buah tersebut masih juga mengandung racun berbahaya, dan kemudian diproses untuk menjadi kue dan dikonsumsi oleh manusian. Mark Purdey dari Inggris menunjukkan bahwa hal ini memicu wabah sapi gila “mad cow” di eropa ketika kulit jeruk tersebut diberikan sebagai pakan sapi karena ternyata menyebabkan penurunan fungsi otak dan system syaraf pada sapi.
Penelitian di hawai menunjukkan bahwa konsumsi jus jeruk olahan berhubungan dengan peningkatan kasus Alzhemeir yang dipicu oleh senyawa beracun pada pestisida yg digunakan pada jeruk yang diolah oleh proses modern. Jus jeruk yang diberikan suhu tinggi dan dihidrolisa dengan asam menunjukkan tingkat mutagenasi yang tinggi, dengan kata lain kita mendapatkan kandungan penyebab kanker dari jus olahan yang kita minum
Artificial Flavors vs. Nutritious Homemade Broths and Sauces Based on
Natural Nourishing Broths – (Perasa buatan vs Kaldu penuh nutrisi buatan rumahan dari kaldu alami)
Dimasa lalu banyak budaya tradisional memakai tulang untuk membuat kaldu, mereka menyadari bahwa kaldo sangat tinggi kandungan nutrisinya, diantarnya tinggi gelatin, sejenis senyawa yang membantu pencernaan, dan jangan lupa kaldu juga memberikan rasa yang enak dan lezat pada makanan.
Sebelum jamannya makanan olahan kita membuat kaldu dari tulang sapi, ayam atau ikan, untuk kemudian menggunakan kaldu itu dalam pembuatan berbagasi sup, saus dan panganan lezat. Namun industri makanan olahan tidak memakai kaldu alami dalam membuat berbagai produk masakan instant mereka, karena sangat mahal biayanya.
Ketika produk pengganti yang sangat murah mengalahkan produk tradisional, maka kita kehilangan sumber nutrisi penting bagi kesehatan. Efek kental dari gelatin, dapat ditiru dengan emulsi buatan tapi tentu saja manfaat kesehatannya hilang, padahal gelatin sangat baik bagi pencernaan dan merupakan penyembuh berbagai gangguan pencernaan, menurut kepercayaan orang Amerika Latin, Kaldu yang baik dapat membangkitkan orang mati.
Artificial Flavorings, Hydrolyzed Protein, and MSG
Penggunaan kaldu dan gelatin alami berhenti pada tahun 1950 ketika perusahan makanan olahan menemukan perasa buatan untuk daging pada tahun 1947 yang merupakan hasil sintesa kimiawi hasil pengolahan dari monosodium glutamate (MSG) yg ditemukan pada tahun 1908. Manusia memiliki reseptor untuk glutamate pada lidahnya yg merupakan senyawa protein yang dikenal oleh tubuh kita sebagai rasa “daging”, namun sayangnya glutamate pada MSG punya efek sangat berbeda dari glutamate alami yaitu sangat berbahaya terutama pada system syaraf.
Berbagai protein bisa di hidrolisasi untuk bahan baku MSG, tapi yg sering dipakai adalah kedelai, dan ketika industri belajar untuk menciptakan rasa daging di laboratorium menggunakan bahan baku yg murah, maka membanjirlah produk cepat saji, dengan rasa yang bisa diatur sesuai keperluan, dan fast food industri tidak bisa lepas dari MSG, termasuk saus yg digunakan juga merupakan MSG ditambah air, zat emulsi dan pewarna caramel.
Lidah kita ditipu untuk mempercayai bahwa yang dimakan merupakan sari pati daging dan bergizi, padahal hanya merupakan zat berbahaya hasil sintesa kimia di laboratorium. Semua dressing untuk salad dan steak, yang mempunyai rasa daging merupakan pengaruh MSG, dan semua yang disebut dengan “hydrolyzed protein” karena tidak ingin mencantumkan MSG dalam labelnya merupakan bahan dasar dari MSG, bahkan industri sangat pelit untuk menggunakan sedikit bawang dan garlic untuk penyedap, mereka memilih untuk mengunakan perasa buatan yang lebih murah.
MSG Labelling – (Pelabelan MSG)
Untuk kita ketahui ada 3 bahan paling beracun yg digunakan di industri makanan, yaitu MSG, protein terhidrolisasi, dan pemanis buatan aspartame. Dua bahan yg disebut duluan merupakan bahan yg sering disembunyikan dibalik nama “natural flavors” atau perasa alami, jadi apapun yg kita beli dengan label menggunakan bahan “spices” (bumbu) atau “natural flavors” (perasa alami) adalah MSG.
Industri makanan tidak mau mencantumkan label MSG dlm bahannya sehingga mereka mencampurkannya kedalam campuran bumbu atau perasa, dan jika MSG dalam bumbu itu kurang dari 50% dari keseluruhan bumbu mereka secara hokum tidak harus mencantumkannya dalam label produk..
Health Problems with MSG – (Masalah kesehatan dari MSG)
Industri mengetahui adanya masalah kesehatan karena MSG dari tahun 1957, antara lain menyebabkan kebutaan, obesitas dan gangguan syaraf, juga mengakibatkan gangguan pada hypothalamus di otak, memicu kanker otak, seizures, alzhemeir, sclerosis dan juga mempengaruhi rangsangan terhadap perilaku kekerasan, namun sampai saat ini praktik penggunaan berbagai bahan sintetis dan kiami untuk makanan yang berbiaya murah itu masih terus dilakukan.
MSG diserap langsung dari mulut ke otak, dan mengakibatkan sel syaraf menjadi rusak atau terpilin karena factor asam glutamate pada MSG, karena terbawa oleh pembuluh darah ke otak.
Fats and Oils
Apa yg disebut sebagai vegetable oil sebenarnya bersifat karsinogen dan beracun karena diproleh dengan ekstrak proses yang menhancurkan struktur alaminya.
Margarine
Mentega dibuat dari minyak sayur yang dihidrogenasi, dalam suhu dan tekanan tinggi yang hasilnya berupa pasta yang berbau sangat busuk, kemudian di uapkan utk menghilangkan bau, dicuci dan kemudian ditambahkan pewarna dan vitamin sintetis utk kemudian di kemas, iklan mempromosikan sampah ini sebagai makanan sehat.
Factory Food Preparation--Is Your Food Made by Caring Hands? – Apakah makanan kita disiapkan oleh tangan yg penuh kasih?
Semua makanan olahan diolah dengan pengawet, perasa dan tambahan zat kimiawi, semua itu dibuat untuk memberikan uang yang terus bertambah bagi sebagian orang dan membuat mereka kaya dan tambah kaya terus tanpa peduli masyarakat banyak makin menjadi sakit. Orang yg membuat makanan itu tidak pernah memikirkan orang lain, apa kita pernah membayangkan perasaan seperti apa, energi spt apa yg di radiasikan kedalam makanan yg dibuat di pabrik tersebut?
Spiritual Food Preparation--Made with Love – Makanan spiritual, dibuat dengan cinta
Jika seseorang ibu dapat melihat energi nya berupa seberkas cahaya keluar dari tangannya ketika ia memasak, dan cahaya itu masuk kedalam makanan yg dibuat, ia pasti terkejut betapa berharganya makanan yg ia siapkan untuk keluarganya itu, karenan makanan itu meradiasikan energi positif, energi cinta kasih, kebahagiaan dan akan diserap oleh siapapun yg memakannya.
Dan ketika makanan tersebut dikonsumsi, maka energi kasih itu akan memberikan efek yg positif bagi tubuh, meningkatkan metabolisme, memberikan nutrisi bagi pengembangan mental dan meradiasikan kasih kepada spiritual si penikmat makanan tersebut, yang pada akhirnya akan memaksimalkan perkembangan tubuh, mental dan ruhani kita. Sungguh sangat bernilai apa yang diberikan Tuhan kepada kita semua, mari kita pikirkan apa yg kita makan, dan bagaimana kita menyiapkannya. Read more...
Subscribe to:
Posts (Atom)
